Semua Paslon Belum Lengkapi Persyaratan

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito menyerahkan berkas hasil tes kesehatan dua kandidat paslon Cagub/Cawagub Jatim 2018 yang diterima oleh masing-masing perwakilan tim sukses paslon. [trie diana]

KPU Jatim, Bhirawa
Seluruh Bacagub dan Bacawagub yang berlaga pada Pilgub Jatim 2018 harus memenuhi semua syarat yang disebutkan ada 23 item. Namun dalam rapat pleno terbuka di KPU Jatim yang dihadiri oleh timses dan LO terkait pemberitahuan hasil Penelitian dokumen syarat calon dalam Pilgub Jatim 2018 ternyata masih ada yang belum memenuhi syarat.
Ketua KPU Jatim Eko Sasmito, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan masing-masing Bacagub dan Bacawagub harus segera memperbaiki persyaratan calon mereka. Masa perbaikan tersebut akan dimulai pada tanggal 18-20 Januari. Atau diberi tenggat waktu selama tiga hari.
“Nanti setelah tanggal 20, maka akan mulai kembali masa penelitian sampai tanggal 27. Kalau masih ada yang belum sah, maka calon harus diganti dan proses akan diulang dari awal hingga penetapan calon pada tanggal 12 Februari,” kata Eko.
Berdasarkan berita acara yang dibacakan oleh LO pasangan Gus Ipul-mbak Puti, A Waliyul Hakim ternyata Gus Ipul selaku Bacagub memiliki kekurangan pada dokumen surat keterangan Pengadilan maupun Kepolisian. Sedangkan Puti selaku Bacawagub dari Gus Ipul memiliki kekurangan pada hampir seluruh persyaratan calon yang dibutuhkan.

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito menyerahkan berkas hasil tes kesehatan dua kandidat paslon Cagub/Cawagub Jatim 2018 yang diterima oleh masing-masing perwakilan tim sukses paslon. [trie diana]

Sedangkan Khofifah sebagai Bacagub harus melengkapi persayaratan calon yang diantaranya adalah laporan SPT tahunan dan keterangan tunggakan pajak. Sedangkan Emil Dardak selaku Bacawagub bagi Khofifah perlu untuk segera melampirkan surat tanda terima LHKPN dari KPK.
Khusus untuk Khofifah, Bawaslu Jatim mensyaratkan perlunya penetapan pengadilan karena ada perbedaan nama di ijazah dan KTP yang bersangkutan. Pasalnya, pada ijazah yang dilampirkan hanya tertulis nama Khofifah sedangkan di KTP tercantum Khofifah Indar Parawansa.
“Keperluan penetapan pengadilan ini agar bisa dipastikan bahwa nama yang tertera di dua dokumen tersebut adalah nama yang sama,” ujar Ketua Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jatim Aan Kunaifi pada Rapat Plebo Terbuka tersebut.
Terkait dengan hasil tes kesehatan, berdasarkan dokumen bernomor 01-TP/I/2018 yang dikeluarkan oleh Tim Pemeriksa Kesehatan RSUD dr Soetomo, seluruh Bacagub dan Bacawagub dinyatakan telah melakukan pemeriksaan/penilaian kemampuan jasmani dan rohani serta melakukan pemeriksaan/penilaian bebas narkoba dan psikotropika dan dinyatakan memenuhi syarat. Seluruh hasil pemeriksaan kesehatan tersebut bersifat final dan tidak dapat dilakukan oemeriksaan kembali
Sementara dari tim pemenangan pasangan Khofifah-Emil menyatakan seluruh syarat yang dibutuhkan oleh KPU Jatim sudah siap semua. Baik soal penetapan pengadilan, tidak ada tunggakan pajak sekaligus surat keterang dari KPK terkait LHKPN. ”Syarat semua sudah saya bawa. Namun oleh KPU tidak boleh diserahkan sekarang. Karena sesuai aturan masa perbaikan dimulai besok (18/1) hingga 20 Januari,”tegas M Roziki yang mantan Kakanwil Depag Jatim ini.
Termasuk untuk pasangan Gus Ipul-mbak Puti diantaranya surat lampir ijaza SMA Puti Guntur Soekarno. ”Sebenarnya kami sudah membawa semua, tapi baru besok kita serahkan ke KPU,”lanjut Waliyul selakau LO. [cty]

Kekurangan Persyaratan Paslon
Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Kekurangan pada dokumen surat keterangan Pengadilan maupun Kepolisian.
Puti Soekarno
Kekurangan pada hampir seluruh persyaratan calon yang dibutuhkan.
Khofifah Indar Parawansa
Perbedaan nama di ijazah dan KTP.
Emil Dardak
Kekurangan melampirkan surat tanda terima LHKPN dari KPK.

Tags: