Selama Delapan Tahun Pemkab Gresik Selesaikan 5.512 RTLH

Bupati serahkan bantuan bagi warga penerima bantuan rumah tak layak huni. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhitawa
Upaya untuk mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Gresik terus dilakukan Pemkab Gresik. Kali ini, untuk pembangunan RTLH itu Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp12 milar yang bersumber dari APBD dan DAK (Dana Alokasi Khusus).
Dalam waktu delapan tahun mulai 2011 hingga 2019, Program Pembangunan RTLH bagi masyarakat kurang mampu di Kab Gresik telah menyelesaikan sebanyak 5.512 unit menjadi rumah layak huni.
Tahun ini, Pemkab Gresik kembali memberikan bantuan sebanyak 718 unit yang terdiri dari 159 unit berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sementara yang berasal dari APBD jumlahnya sebanyak 559 unit. Total anggarannya kurang lebih Rp12 miliar.
Hal ini dikatakan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto saat menghadiri penyerahan bantuan program stimulan pembangunan perumahan bagi masyarakat kurang mampu yang dilaksanakan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Selasa (28/5) kemarin.
”Alhamdulillah, dalam kurun waktu delapan tahun ini Pemerintah terus berupaya mengurangi kemiskinan dengan membantu pembangunan RTLH. Hingga kini terdapat 5.512 rumah telah terselesaikan. Tahun ini kita laksanakan kembali dan tahun depan mudah-mudahan jumlahnya juga bertambah,” kata Bupati Sambari.
Menurut bupati, peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah tekat pemerintah daerah untuk terus dipacu. Tujuannya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kab Gresik. ”Insya Allah melalui sejumlah program, salah satunya program bantuan pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu ini, maka dari tahun ketahun kemiskinan akan semakin kecil,” ujar bupati.
Menurut Bupati Sambari, hal yang tak kalah penting adalah sinergitas yang terbangun antara Pemeirntah Daerah bersama jajaran Forkopimda. Sebab, Forkopimda juga memiliki peran yang penting dalam memberikan support terkait upaya pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Moh Qosim saat mendampingi Bupati Sambari menjelaskan, ada beberapa kriteria penerima bantuan stimulan pembangunan RTLH juga telah ditetapkan. Diantaranya, Warga Negara Indonesia (WNI), tanah milik sendiri, memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi yang tidak layak huni. Kriteria lainnya yakni belum pernah memperoleh bantuan rumah swadaya, berpenghasilan rendah dan bersedia membuat surat pernyataan.
”Mudah-mudahan upaya pemerintah ini mampu memberikan manfaat bagi segenap masyarakat di Kab Gresik demi peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan di Kab Gresik,” pungkasnya. [eri]

Tags: