Selain Belajar Bahasa, Mahasiswa Asing IKIP Budi Utomo Belajar Membatik

Kota Malang, Bhirawa
Kampus IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, merupakan salah satu perguruan tinggi yang terus memberikan sumbangsih dalam memajukan dunia pendidikan. Tidaklah berlebihan jika kampus ini diperhitungkan hingga tingkat internasional.
Karena itu, setiap tahun selalu menjadi tujuan mahasiswa asing untuk belajar bahasa dan kebudayaan  Indonesia. Bahkan  mahasiswa IBU juga berkesempatan menjadi tenaga pendidik di luar negeri.
Mahasiswa asing yang belajar di IBU, diberikan keleluasan untuk secara langsung beradaptasi dengan lingkungan dan budaya masyarakat bumi Arema. Kesempatan baik itu dimanfaatkan oleh para mahasiswa asing untuk menggali ilmu yang tidak ditemui di negara mereka berasal.
Salah satunya adalah belajar membatik. Disela-sela kesibukanya, para mahasiswa asing ini, menyempatkan diri belajar membatik. Di luar dugaan mereka memiliki kecakapan dalam membatik. Karyanya tidak kalah dengan pembatik pada umumnya.
Jacqueline Kirchner  salah satu mahasiswa asing asal Jerman, mengakui jika membatik itu, mengasikan. Ia tampak tidak  canggung, ketika meletakan kanfas pada kain telah terpola.  “Saya suka membatik,”tuturnya dalam  bahasa Indonesia, urainya Rabu 6/2 kemarin.                      Dia tidak sendirian,  teman-temanya mahasiswa  yang bersal dari Jerman juga Julian Manuel Giessel  juga gemar membatik. Selain itu, ada Stanislav Sorokhmaniuk  dari Ukraina, Mukhtar Hassanpoor  dari Afghanistan dan , Kim Seowon dari negeri Gingseng Korea Selatan Mereka merupakan mahasiswa IBU Malang yang melalui program BIPA dan Darmasiswa.
Mereka belajar membatik itu mulai dari awal. Yakni, mempersiapkan  bahan-bahan hingga peralatan yang digunakan. Bahkan desain gambar yang hendak dibatik mereka membuat sendiri.
Kesukaan membatik mahasiswa asing itu diapreaasi oleh  Rektor IBU Malang, Dr H. Nurcholis Sunuyeko MSI. Menurut dia, para mahasiswa asing itu,  memiliki minat yang tinggi untuk belajar budaya  membatik.
Meski diakui dia, para mahasiswa ini tujuan utamanya kuliah di IBU Malang ini untuk belajar bahasa Indonesia. Namun mereka juga harus belajar seni dan budaya. Satu diantaranya ya belajar membatik.
Dijelaskan, Nurcholis Sunuyeko selain membatik,  mereka juga diajari seni tari. Misalnya tari topeng Malangan dan tari beskalan.
Bahkan, lanjut dia, untuk memperdalam masalah seni dan budaya itu, mahasiswa asing tersebut diajak ke daerah lain. Seperti ke Yogyakarta dan Solo dan Bali.
Terkait pelajaran bahasa Indonesia mereka tidak hanya belajar di dalam kelas dan lab bahasa. Namun, juga bisa belajar di luar kampus. Termasuk belajar bahasa khas Malangan. [mut]

Tags: