Sekolah yang Lakukan Perpeloncoan Dapat Sanksi

Bupati Nyono Suharli wabup Hj Mundjidah Wahab serta Sekda Ita Triwibawati saat sidak di sekolah hari pertama masuk sekolah. [Ramadlan/bhirawa]

Bupati Nyono Suharli wabup Hj Mundjidah Wahab serta Sekda Ita Triwibawati saat sidak di sekolah hari pertama masuk sekolah. [Ramadlan/bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengncam akan memberkan sanksi tegas terhadap sekolah yang melakukan perploncoan terhadap siswa baru. Hal ini disampaikan saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah sekolah.
“Kalau mengetahui, masyarakat bisa melapor melalui Dinas Pendidikan. Kita akan memberikan sanksi tegas,” kata Bupati Nyono saatsidak bersama wakil Bupati Hj Mundjidah Wahab serta sekda Jombang, Ita Triwibawati, Senin (18/7) di SDN II Kepanjen Jombang.
Dikatakannya, praktk perploncoan terhadap siswa baru sekarang bukan zamannya, karena yang terjadi justru bukan untuk menempa mental para siswa. Namin justru digunakan sebagai ajang balas dendam. Sehingga anak didik baru cenderung menjadi korban. “Tidak boleh lagi ada hal hal seperti itu dalam dunia pendidikan kita,” imbuh  menambahkan.
Sementara itu, dalam sidak kemarin, bupati bersama rombongan tidak hanya datang ke SDN, namun juga di SMPN 4 Jombang serta SMKN 1 Jombang. “Untuk di Jombang Alhamdulllah, tidak ada perpeloncoan. Karena hal itu memang di larang. Kalau memang masih ada sekolah yang melakukan perpeloncoan, bisa dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Kita akan berikan sanksi tegas,” tandasnya.
Bupati juga berharap di Jombang tidak ada lagi anak putus sekolah, semua anak usia peajar harus bisa menikmati dan menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah.” Kita beri semangat agar sekolah bisa sampai tuntas, tidak ada yang putus sekolah,” pungkas bupati yang juga ketua DPD Golkar Jatim ini mengatakan. [rur]

Tags: