Satu Kresek Botol Plastik, Bawa Pulang Benih Pohon

[Tagana Jatim Turut Kurangi Plastik]

Pemprov Jatim, Bhirawa
Bawa satu kresek botol plastik, anda bisa bawa pulang sekantung penuh benih pohon proiduktif. Caranya dengan mendatangi Posko Taruna Siaga Bencana(Tagana ) provinsi Jatim yang ada di kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim) , jalan Gayung Kebonsari Surabaya.
Memang kantor Dinsos Jatim punya bank bibit pohon yang dikembangkan Tagana Jatim. Di perkantoran itu, terdapat “Taman Siaga Bencana” yang terlihat banyak bibit pohon yang telah dipersiapkan.
Ada beberapa macam bibit pohon untuk penopang air dan mengurangi dampak longsor, diantaranya seperti sengon, mente, trembesi, nangka, dan mahoni.
Koordinator Tagana Jatim, Jefri Prasojo menyampaikan, kalau kegiatan tersebut merupakan upaya mitigasi bencana alam yang dilakukan serentak oleh 1.600 anggota tagana di Jatim dalam mengurangi sampah plastik dan isu gobal watming, dengan menghijaukan Jawa Timur.
“Seluruh anggota tagana menyerahkan bibitnya ke Dinas Sosial Jatim. Bisa juga warga menukarkannya (satu kantong kresek botol plastik, red) di rumah anggota tagana Jatim. Botol plastik yang diberikan warga, dijadikan media tanam untuk bibit-bibit pohon lainnya yang akan ditanam oleh tagana Jatim,” paparnya kepada Bhirawa,
Ia mengatakan, sebanyak 1.600 anggota Tagana harus memiliki lahan untuk pembibitan pohon secara serentak di halaman rumahnya, minimal ukuran satu meter kali satu meter.
“Jika ada yang lebih dari ukuran tersebut juga tidak masalah. Jika seluruh anggota membibitkan pohon, maka tiga bulan mereka akan menyetorkan 160 ribu bibit pohon,” katanya.
Selanjutnya, bibit pohon yang terkumpul bisa disalurkan di wilayah yang rawan bencana yang ada di Jatim. “Sementara wilayah yang akan sudah dikoordinasikan untuk ditanami bibit pohon seperti di Pasuruan, Mojokerto, dan Probolinggo.
“Karena banyak wilayah yang rawan longsor. Sekaligus penanaman bibit pohon pada waktu Jambore Tagana nantinya,” tambahnya.
Dikatakannya juga bibit pohon ini merupakan kegiatan mitigasi. “Dalam kegiatan mitigasi ini, masyarakat yang ada di wilayah tandus bisa menyiapkan lahannya untuk di maintenance, dan nanti pembibitannya bisa kerjasama dari Tagana Jatim,” ujarnya.
Beberapa minggu ini, lanjutnya, sudah ada warga sekitar maupun ASN yang sudah menukarkan sekantong botol plastik untuk ditukarkan bibit pohon. “Menukar botol plastik air mineral 1 pohon ditukar dengan 20 botol plastik ukuran 1500 ml. atau 40 botol ukuran 600 ml,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat bisa menghijaukan wilayahnya, karena hijau maka cadangan air tidak akan berkurang dan jauh dari pemanasan global.
“Begitupula dengan tagana lainnya, Jatim merupakan barometer agar tagana selalu bisa berinovasi dan berkarya menghasilkan bermanfaat,” ujarnya.
Sekedar diketahui, gerakan kegiatan bibit pohon ini, dicetuskan anggota tagana teladan Jatim, Djaenuri yang menjadi calon kuat tagana teladan untuk tingkat nasional. Sejak tahun 2012, Djaenuri telah menginisiasi wilayahnya sering alami bencana diantaranya banjir.
“Ia akhirnya melakukan pembibitan dan penanaman pohon nangka, dimana pohon nangka tersebut manfaatnya banyak. Daunnya untuk pakan ternak, dan buahnya bisa untuk bahan masak dapur umum. Kegiatan itu selanjutnya diteruskan ke daerah lainnya dan menjadikan kegiatan yang dilakukan saat ini dengan pembibitan pohon,” katanya. [rac]

 

Tags: