Satu Jaksa Siap Hadapi Puluhan Pengacara Sugi Nur Raharja

Kejati Jatim, Bhirawa
Sidang dugaan kasus ujaran kebencian dengan tersangka Sugi Nur Raharja alias Gus Nur bakal disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Kamis (23/5) pekan depan. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menyiapkan satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna menyidangkan perkara ini.
Nantinya dalam persidangan, Jaksa Nova Arianto dari Kejati Jatim bakal dipertemukan dengan pengacara Gus Nur yang berjumlah 20 orang.
Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Sunarta tidak mempersoalkan berapapun pengacara yang akan mendampingi tersangka Gus Nur. Pihaknya pun mengaku hal itu bisa sah-sah saja di dalam persidangan.
“Lebih banyak pengacara lebih bagus. Jadi, terdakwa serta pengacarnya berjejer dan itu bisa. Ini menunjukkan kalau satu JPU saja sudah cukup, dan bisa melayani 20 pengacara,” kata Sunarta, Minggu (12/5).
Sunarta menjelaskan, meskipun Jaksa nya hanya satu dan pengacaranya sebanyak 20 orang tidak masalah. “Jaksa nya hanya satu, yakni Jaksa Nouvan Arianto. Jadi walaupun banyak (pengacara, red), cukup satu saja (JPU) tidak ada masalah,” tegasnya.
Masih kata Sunarta, sesuai surat perintah penunjukkan Jaksa Penuntut Umum untuk penyelesaian perkara tindak pidana (P16A), Jaksanya tidak satu. Tapi nantinya ada Jaksa dari Kejati Jatim dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.
“Kalau sesuai surat P16A nya tidak satu. Tapi gabungan dari Jaksa Kejati Jatim dan Kejari Surabya,” ucapnya. Disinggung mengenai perlakuan khusus, semisal persidangannya dilakukan pagi, Sunarta mengaku tidak ada perlakuan khusus. Namun pihaknya melihat dari sisi keamanan.
“Kalau keamanannya itu supaya cepat beres (selesai), ya pagi-pagi saja (sidangnya) supaya cepat selesai. Untuk perkara ini juga, Jaksa nya sudah siap, dan tinggal membacakan dakwaan,” pungkas Sunarta.
Sebelumnya, Humas PN Surabaya, Sigit Sutriyono menjelaskan, penetapan jadwal sidang perdana kasus Gus Nur sudah keluar. Yaitu pada tanggal 23 Mei 2019 di PN Surabaya. Sidang kasus ini dipimpin langsung Hakim Slamet Riadi, dan digelar di Ruang Cakra PN Surabaya.
Bahkan Sigit menegaskan dalam sidang kasus Gus Nur ini tidak ada perlakukan khusus terhadap terdakwa, maupun penjagaan. Pihaknya menilai jika sidang kasus tersebut akan sama dengan sidang yang dilakukan terdakwa lainnya.
“Tidak ada yang khusus, sama seperti lainnya. Dan kami juga perlakukan sama,” tegasnya beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui kasus yang menyeret nama Sugi Nur Raharja alias Gus Nur ini terjadi saat anggota Forum Pembela Kader Muda NU, Kamis (13/9/2018) melaporkan Sugi ke Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim dengan dugaan menghina NU dan Banser di dalam video berdurasi satu menit 26 detik yang diunggah di media sosial.
Hingga pada Kamis (22/11/2018), Polda Jatim akhirnya menetapkan sebagai tersangka. Sugi di jerat dengan Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 tahun tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). [bed]

Tags: