Satresnarkoba Polrestabes Tangkap Komplotan Narkoba Wilayah Surabaya

Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Yusuf Wahyu menunjukkan barang bukti ratusan sabu dan dua tersangka, Rabu (13/2). [abednego/bhirawa]

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di wilayah Surabaya. Dari komplotan ini polisi mengamankan dua tersangka, yakni Irawan (58) warga Jl Teluk Sampit Surabaya dan Ones Saforus (32) warga Jl Teluk Libung Surabaya.
Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan total barang butki narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 161,16 gram, ganja 3,27 gram dan 25 butir pil warna hijau logo panda (pil ekstasi).
Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Yusuf Wahyu mengatakan penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat, dan dikembangkan oleh penyelidik.
“Kedua tersangka ini mengedarkan narkoba di wilayah Surabaya. Narkoba ini didapat melalui sistem ranjau di jalur Madura dan sumbernya juga dari Madura,” kata Kompol Yusuf Wahyu, Rabu (13/2).
Yusuf menjelaskan, jaringan ini dijalankan oleh Irawan dan narkoba didapati dari Madura. Caranya dengan sistem ranjau, yakni tersangka Ones lah yang mengambil narkoba tersebut di kawasan Krian serta kawasan Wonokromo dekat Royal Plaza. Selanjutnya narkoba tersebut diberikan ke Irawan untuk diedarkan.
“Dari pengakuan tersangka Irawan, bisnis narkoba ini sudah dilakukan sejak delapan bulan terakhir. Dan dijual per gramnya (sabu) Rp 1 juta,” jelasnya.
Masih kata Yusuf, komplotan ini membeli narkotika narkotika sebanyak 1 kilogram yang akan habis dalan waktu tiga bulan saja. “Keduanya ini menjual ke beberapa pembeli yang sudah memesan sabu-sabu, ganja dan ekstasi ke pelaku,” ucap Yusuf.
Yusuf menambahkan, salah satu pelaku berinisial OS (Ones Saforus, red) bukanlah pemain asing dalam bisnis narkoba. Dia merupakan residivis kasus narkoba, dan pernah ditahan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo.
“Tersangka OS ini sudah pernah ditahan di Medaeng dalam kasus narkoba. Yakni ditangkap Polsek Benowo, dan baru bebas dari penjara pada 2015. Jadi bukan pemain baru dalam bisnis ini,” bebernya.
Sementara itu, tersangka Irawan mengaku menjalankan bisnis narkoba ini karena pengaruh dari lingkungannya. Pria 58 tahun ini mengaku pekerjaan awalnya wiraswasta, yakni jual beli kendaraan dan beternak burung.
“Awalnya jual beli motor dan peternak burung. Karena pengaruh lingkungan, saya pun tergoda dengan bisnis ini (narkoba),” ungkap Irawan.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka tersangka dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Yusuf. [bed]

Tags: