Satpol PP Kabupaten Probolinggo Segel PT MJSI Pabrik Pengolahan Kayu

Satpol PP Segel PT. Mandiri Jaya Sukses Indo pengelolahan kayu.

Kab Probolinggo, Bhirawa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo akhirnya melakukan penyegelan dan penutupan pabrik pengolahan kayu PT Mandiri Jaya Successindo di Desa Pajurangan Kecamatan Gending. Kegiatan ini dilakukan dalam kegiatan monitoring perijinan bangunan/usaha di wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Penyegelan ini dilakukan karena pada saat monitoring perijinan, pabrik tersebut tidak dapat menunjukkan perijinannya. Penutupan sementara ini akan dilakukan sampai yang bersangkutan memiliki ijin,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, Rabu 3/4.
Dalam monitoring perijinan ini, personil Satpol PP Kabupaten Probolinggo melakukan pemeriksaan berkas-berkas perijinan dan dilanjutkan dengan penandatanganan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) perijinan.
“Dari hasil monitoring ini diketahui jika perijinan PT. Mandiri Jaya Successindo tidak lengkap. Banyak perijinan yang belum ada seperti ijin lokasi, IMB, ijin lingkungan, TDP dan IUI. Oleh karena itu kami meminta untuk segera melakukan pengurusan perijinannya di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Monitoring perijinan ini dilakukan oleh tim Team Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kabupaten Probolinggo dengan sikap humanis yang membuat pengusaha untuk mempermudah masalah perijinan dan tetap harus mematuhi Perda Kabupaten Probolinggo.
“Harapan ke depan agar menjadi pelajaran bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Probolinggo agar memenuhi ketentuan sesuai Perda Kabupaten Probolinggo,” harapnya.
Sudah sekitar 6 bulan lamanya beraktivitas, tidak mempunyai beberapa ijin yang harus di penuhinya. Petugas sempat adu argumen dengan pihak manajemen yang dikomandani oleh Yeni Theresi Sunaryo, selaku direktur utama PT. Mandiri Jaya Sukses Indo. Pihak perusahaan sepertinya menyesalkan adanya monitoring oleh Satpol PP karena sudah mengantongi Online Single Submission (OSS) Perizinan, paparnya.
Didebat manajemen pabrik, petugas Satpol PP urung melakukan penyegelan pabrik. Padahal beberapa izin tidak dikantongi oleh pabrik pengolahan kayu lapis tersebut. Seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), usaha pabrik dan beberapa perizinan yang masih proses pengurusan ke PTSP. PT Mandiri Jaya Sukses Indo hanya mengantongi izin tata ruang saja.
Maka Satpol PP menutupnya. Perusahaan tidak mengindahkan apa yang kita lakukan maka akan kami tutup dan kami segel,” tambah Joko.(Wap)

Tags: