Sarat Prestasi Dunia, Jalin Matra PFK Bantu Kehidupan 78 Ribu KRTP

Kepala DPMD Jatim Mochammad Yasin (dua dari kiri) mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama para kepala OPD usai menerima penghargaan dari Menpan-RB.

Pemprov, Bhirawa
Keberadaan kepala rumah tangga perempuan (KRTP) mendapat perhatian khusus di mata Pemprov Jatim. Melalui intervensi ‘Jalan Lain Menuju Mandiri Dan Sejahtera (Jalin Matra) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK)’, lebih dari 78 ribu KRTP terbantu kehidupannya.
Sukses memberikan manfaat untuk KRTP, Jalin Matra PFK tersebut akhirnya menjadi invoasi layanan masyarakat yang sarat prestasi. Bersama dengan empat inovasi Pemprov Jatim lainnya, Jalin Matra PFK menjadi salah satu inovasi yang dikirim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mewakili Indonesia dalam kompetisi United Nations of Public Service Awards (UNPSA) 2019 yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Baku, Azerbaijan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim Mochamad Yasin menuturkan, Jalin Matra PFK masuk dalam kategori program yang memberikan layanan inklusif dan adil tanpa terkecuali. Kompetisi tersebut bukan pertama kalinya, tahun lalu Jalin Matra PFK juga tampil di ajang yang sama tahun lalu.
Bahkan pada UNPSA 2018 di Kota Marakesh, Maroko, Program Jalin Matra PFK masuk salah satu finalis dalam kategori menyediakan atau mempromosikan pelayanan publik yang responsif gender untuk mencapai sasaran Sustainable Development Goals (SDG’s).
“Dari pencapaian tersebut, Ibu gubernur Khofifah mendapat penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin di Semarang akhir pekan lalu,” tutur Yasin, Minggu (21/7).
Di level nasional, lanjut Yasin, Program Jalin Matra PFK pada 2016, berhasil masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik).
Melalui program Jalin Matra PFK, Yasin mengaku Pemprov Jatim telah melakukan intervensi terhadap banyaknya perempuan dengan tingkat kesejahteraan 10% terendah. Perempuan tersebut selain tingkat kesejahteraan rendah juga merupakan kepala rumah tangga akibat perceraian atau ditinggal mati suaminya.
Dengan memberikan bantuan usaha produktif sebesar Rp 2,5 juta untuk KRTP, program ini menerapkan prinsip membantu dengan hati atau “Nguwongke Uwong”, dan mengajak bicara masyarakat miskin (partisipatoris deliberative).
Program Jalin Matra PFK menurutnya terbukti mampu memberikan dampak positif sepanjang pelaksanaannya, sejak 2014 hingga 2019. “Sepanjang periode tersebut, angka kemiskinan di Jatim turun sebanyak 674.540 jiwa (2,05%), dan mampu mengubah hidup 78.679 kepala rumah tangga perempuan,” ujarnya.
Outputnya, mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar secara lebih mandiri dan sustainable, memiliki aset usaha, mengelola jaringan usaha, dan keahlian teknis jauh lebih meningkat dibanding sebelum intervensi. “Efek berantai dari inovasi tersebut juga dirasakan 291.445 anggota rumah tangga kepala rumah tangga perempuan dari kelompok anak-anak. Mereka akhirnya mendapatkan pendidikan yang lebih baik dibanding orang tuanya,” pungkas dia. [tam]

Tags: