Sapi Kurban Milik Presiden Jokowi dan Khofifah Mencapai 1 Ton

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat menyerahkan sapi milik Presiden RI Joko Widodo kepada Humas Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), Helmy Noor. Ribuan umat muslim saat mengikuti salat Idul Adha di Masjid Al Akbar, Minggu (11/8). [Trie Diana]

Gantikan Kresek, Gubernur Anjurkan Penggunaan Besek
Pemprov, Bhirawa
Hari Raya Idul Adha menjadi menjadi momentum penting untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta keshalehan sosial. Hal itu salah satunya ditunjukkan dengan keikhlasan menyembeli hewan kurban.
Di Surabaya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sapi kurban seberat 1 ton bobot hidup dengan jenis Peranakan Ongole (PO). Sapi tersebut dibeli peternak di Desa Takerharjo, Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan dengan usia 4 tahun.
Sapi kurban tersebut diserahkan kepada panitia Idul Adha Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (11/8). Sapi tersebut juga tercatat sebagai juara kontes sapi Jatim 2018. Pada kesempatan yang sama, MAS juga menerima kurban sapi dari Presiden Joko Widodo seberat 1,08 ton dengan jenis PO atau biasa disebut sapi Jawa tersebut.
Sementara sapi kurban Wakil Gubernur Jatim tercatat beratnya 950 kilogram. Jenisnya sapi PO, berusia 4 tahun, dan dibeli dari peternak Desa Dagan, Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan. Pada Hari Raya Idul Adha tahun 2019, MAS menyembelih 30 ekor sapi dan 98 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut juga termasuk sumbangan Presiden RI, Joko Widodo, Gubernur Jatim, dan Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak serta pimpinan Forkopimda di Jatim.
Dalam kesempatan itu Khofifah menuturkan, momentum Idul Adha selain dapat menunjukkan keimanan dan ketaqwaan seseorang juga menunjukkan kedermawanan seseorang. Daging kurban diberikan kepada siapapun yang membutuhkan, tidak mengenal agama, kelompok, dan asal usul daerah.”Secara tidak langsung juga meningkatkan rasa persaudaraan, keshalehan dan solidaritas antar sesama secara substantif,” jelas Gubernur Jatim.
Peringatan Idul Adha, lanjutnya, juga memberikan banyak manfaat bagi semua masyarakat. Selain dibagikan daging qurban, momentum Idul Adha tahun ini di Masjid Al Akbar Surabaya juga mengenalkan bagaimana mencintai lingkungan dengan menggunakan media besek dan daun jati sebagai wadah dalam mengemas daging kurban.
“Sebelumnya, masyarakat menggunakan plastik. Pada tahun ini, untuk kemasan daging kurban menggunakan besek yang terbuat dari bambu dan daun jati yang ramah lingkungan” ujarnya.
Selain itu, dengan menggunakan besek diharapkan bisa meningkatkan dan menggerakkan sektor UKM untuk memproduksi lebih banyak pada tahun depan. Gubernur Jatim mengaku kesulitan mencari besek pada tahun ini. Setidaknya 3 ribu besek digunakan untuk membungkus daging kurban di Masjid Al Akbar pada tahun ini.”Semoga dengan tradisi menggunakan besek untuk mengemas daging kurban, produksinya tahun depan dapat meningkat dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya. Dalam prakteknya, penyembelihan hewan kurban di MAS memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), diantaranya disembelih dengan syar’i , higenis dan ramah lingkungan. [tam]

Tags: