Sambut Nyepi dengan Tradisi Tawur Agung dan Arak Ogoh-Ogoh

Umat Hindu di Wonosalam, Jombang menyambut datangnya Hari Raya Nyepi dengan tradisi Tawur Agung dan mengarak Ogoh-Ogoh, Rabu (06-03)

Jombang, Bhirawa
Ratusan umat Hindu di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang menyambut Hari Raya Nyepi dengan mengikuti kegiatan Tawur Agung di Pure Kayangan Pacaringan, Dusun Ganten, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Rabu (06/03).
Setelah itu, mereka mengarak belasan boneka Ogoh-Ogoh menuju perbatasan desa untuk di bakar. Hujan yang seharian mengguyur wilayah setempat tak menyurutkan umat Hindu mengikuti tradisi tawur agung.
Tepat pukul 12.00, seluruh umat Hindu mengikuti Mencaru. Yakni upacara sebelum pawai Tawur Agung. Dalam upacara tersebut, beberapa ritual yang dilakukan.
Mulai membakar dupa di beberapa sudut Pure hingga membasuh umat yang hadir dengan air suci yang diperoleh saat tradisi Melasti beberapa waktu lalu.
Setelah sembahyang, seluruh umat Hindu berjalan beriringan mengarak boneka raksasa perwujudan Buto. Ukuran boneka tersebut juga lumayan besar ada yang tingginya mencapai 7 meter.
Juadi, 40 Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jombang menjelaskan, tradisi Tawur Agung dilakukan sebagai bentuk pensucian diri dari buana alit (nafsu) atau sifat-sifat jelek dalam diri manusia dan buana agung (pensucian jagad).
“Jagad yang dimaksud adalah dunia seisinya,” ujar Juadi. Tradisi Tawur Agung juga disimbolkan dengan arak arakan Ogoh-Ogoh yang melambangkan pembersihan sifat jahat dalam diri manusia.
“Boneka tersebut kita arak ke pinggir desa dan selanjutnya dibakar,” tambahnya. Usai acara Tawur Agung, seluruh umat Hindu diharapkan melaksanakan brata penyepian.
Dalam brata penyepian, umat Hindu dilarang melakukan beberapa hal diantaranya, amati geni tidak boleh menyalakan api termasuk listrik, amati karya tidak boleh melakukan kegiatan diluar rumah termasuk bekerja, amati lelungan tidak boleh bepergian dan amati lelangunan tidak boleh membunyikan suara baik handphone, TV atau radio.
“Itu sebagai bentuk pensucian diri dan ketaatan umat kepada Yuhan Yang Maha Esa,” jelasnya. Pada perayaan Hari Raya Nyepi kali ini ia juga berharap perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 dapat berjalan dengan kondusif, damai, dan lancar. [rif]

Tags: