Saksi Terangkan Sipoa Salurkan CSR ke Masyarakat Sekitar Proyek

Eks Ketua DPRD Surabaya, Musyafak Rouf dan Kades Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Imam Sulbani menjadi saksi persidangan perkara Sipoa Group, Kamis (25/10) di PN Surabaya. Ist

PN Surabaya, Bhirawa
Sidang dugaan kasus penipuan dan penggelapan jual beli apartemen Royal Avatar World (Sipoa Group) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (25/10). Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan dua saksi yang meringankan bagi terdakwa Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra.
Dalam persidangan terungkap bahwa pengembang perumahan dan apartemen Sipoa Group menyalurkan dana tanggung jawab sosial atau “corporate social responsibility” (CSR) kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek yang sedang dibangun, kata sejumlah tokoh masyarakat.
Hal itu diungkapkan salah satu saksi, yakni Kepala Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Imam Sulbani. Imam mengatakan, Sipoa Group telah membangun jalan sepanjang 7 kilometer melalui program CSR di wilayah desanya. Pembangunan jalan ini dilakukan untuk menghubungkan kawasan Pondok Chandra dengan Tambak Oso hingga ke Segoro Tambak.
“Pembangunan jalan ini menindaklanjuti komitmen Sipoa Group dalam forum Konsultasi Publik dan Sosialisasi Amdal dengan masyarakat di desa kami yang diselenggarakan pada tanggal 12 Desember 2012,” kata Imam dalam keterangannya di persidangan.
Tak hanya Imam, saksi yang meringankan berikutnya adalah mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, Musyafak Rouf. Musyafak menyatakan Sipoa Group telah membantu masyarakat di sekitar lokasi proyek perumahan yang sedang dibangun melalui program CSR. Pihaknya mencontohkan masyarakat di sekitar proyek apartemen ‘Afatar World’ memperoleh hibah tanah seluas 4000 meter persegi untuk membuka akses jalan umum senilai Rp 25 miliar.
“Dengan begitu, masyarakat di sekitar pembangunan proyek apartemen Afatar World mendapat kelancaran akses jalan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Sipoa Group, Sabron D Pasaribu kepada wartawan menilai kesaksian yang diberikan Imam Sulbani dan Musyafak Rouf di hadapan Majelis Hakim tadi siang sangat meringankan bagi kedua terdakwa. Pihaknya yakin kedua kliennya itu dalam perkara ini akan divonis bebas oleh Majelis Hakim.
“Karena perkara Sipoa Group ini adalah ranah perdata, bukan pidana,” pungkasnya.
Seperti diketahui, perkara dugaan penipuan yang dilaporkan oleh ratusan konsumen Sipoa Group karena hingga jatuh tempo rumah atau apartemen yang dijanjikan tak kunjung diserahkan ini menyeret Direktur Utama PT Bumi Samudra Jedine (Sipoa Group) Klemens Sukarno Candra dan Direktur Keuangan Budi Santoso sebagai terdakwa. [bed]

Tags: