Safari Ramadan, Perhutani Pacu Kinerja

Surabaya, Bhirawa
Dalam safari ramadan di Rayon I tepatnya di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, Perum Perhutani memacu seluruh jajarannya untuk meningkatkan kinerjanya. Direktur Utama (Dirut) Denaldi M. Mauna berpesan, peningkatan kinerja agar target yang ditetapkan perusahaan, pada semester I ini dapat tercapai sesuai ekspektasi atau bahkan dapat terlampaui.
Selain itu, Denaldi menyatakan rencana strategis jangka pendek ke-depan dalam meredesain tanaman hutan, yang semula memiliki daur panjang akan dilakukan terobosan dengan menanam tanaman biomasa yang memiliki daur pendek.
“Salah satu tanaman energi masa depan yang terbarukan, menurut Denaldi dari sisi bisnis tanaman ini sangat menjanjikan di masa mendatang, karena peluang itu ada dan kebutuhan energi untuk industri semakin besar,” kata Denaldi.
Begitupula dalam safari ramadan di Surabaya, Kadivre Perhutani Jatim Ahmad Ibrahim juga menganalogikan, ada empat karakter karyawan, terdiri dari karyawan wajib, karyawan sunnah, karyawan mubah, serta karyawan haram.
Menurut penilaiannya, karyawan wajib keberadaannya mutlak harus ada dan sangat dibutuhkan dalam tim karena menjadi motor penggerak, sedangkan karyawan sunnah keberadaannya menjadi akselerator dalam rangka mempermudah suatu pekerjaan.
Sementara itu karyawan mubah keberadaannya tidak begitu penting atau berpengaruh dalam tim. “Boleh ada, boleh juga tidak ada, sedang yang terakhir perlu kita hindari, ciri sifat karakter karyawan haram,” katanya.
Menurut Ibrahim sifat karyawan model seperti ini tidak perlu ditiru atau diteladani. “Dan sebaiknya tidak perlu ada, karena sering troublemaker, sering membuat masalah yang tak jarang menyulitkan rekan-rekannya,” tandasnya.
Selama safari ramadan berlangsung, selain ada siraman rohani yang diberikan pada jajaran Perum Perhutani, mereka juga memberikan bingkisan dan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu. [rac]

Tags: