Safari Ramadan, Bupati Pamekasan Ajak Camat-Klebun Bangun Perekonomian

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, didampingi Wabup Pamekasan Raja’e, dan Camat Tlanakan, menyerahkan santunan kepada anak yatim. [syamsudin/bhirawa]

Pamekasan, Bhirawa
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengajak, Camat dan Klebun (Kepala Desa) pada tahun ini untuk membangun insprastruktur dan sektor perekonomian agar terjadi perputaran uang di daerah dalam meningkatkan ekonomi, khusus di masyarakat Pedesaan.
“Camat dan Klebun menggiatkan pembangunan sektor ekonomi. mulai tahun ini, semua desa harus ada judulnya, desa UMKM, desa pertanian dan lain sebagainya. Judul itu berkenaan dengan potensi di desa itu, serta keinginan kuat dari masyarakat desa, baru kemudian pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten mewujudkan target akhirnya,” tegasnya.
Penegasan Bupati Baddrut Tamam ini disampaikan dikegiatan safari Ramadhan di 13 Kecamatan, termasuk di Kecamatan Tlanakan dan Pamekasan, Senin (27/5) malam, hadir pimpinan DPRD Pamekasan, Forpimda, Ketua PN Pamekasan, Kajari Pamekasan, pimpinan OPD, Ulama, Camat, Lurah dan Kepala Desa.
Selama safari Bupati Badrut Tamam, didampingi Wabup Pamekasan Raja’e dan Pj Sekda Pamekasan, juga menyantuni 3000 anak yatim dan kaum dhuafa.
Bupati Baddrut menyampaikan, ada lima hal yang menjadi program prioritas selama kepemimpinan bersama Wakil Bupati. Yakni, Referensi birokrasi, Pendidikan Kesehatan, Infrastruktur, reformasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kelima program prioritas ini semuanya nomor satu. Untuk refomasi birikrasi kita membangun Mall Pelayan Publik. Dan Insfrastuktur dan ekonomi orientasinya harus terfokuskan ke desa desa” jelasnya
Menurutnya, ikhtiar peningkatan lima program itu bukan tanpa alasan. “Bidang ekonomi, selama ini keperluan sekolah anak, kita beli tas dan sepatu anak kita di Pamekasan. Terus pedagang kulaan ke Surabaya. Artinya uang kita berputar di luar daerah,” tandasnya.
Maka itu, Saya bersama pak Wabup, berkometmen program ekonomi ini bisa tumbuh dan tercipta, supaya ada perputaran uang. Tentu, keperluan sekolah anak merupakan produk lokal, sepatu dan tas sekolah adalah produk Pamekasan.
“Pertumbuhan ekonomi harus terjadi di semua desa di bumi Gerbang Salam. Artinya, desa harus mampu mengembangkan potensinya masing-masing, misalnya sektor wisata dan lain sebagainya,” pinta Baddrut Tamam, mantan anggota DPRD Jatim ini. [adv.din]

Tags: