Safari Idulfitri, Wali Kota Kediri Sowan Kyai

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, Kapolresta Kediri dan Dandim 0809 Kediri saat berkunjung di kediaman KH Anwar Iskandar (Gus War).

Kota Kediri, Bhirawa
Memasuki hari ke- 9 di Bulan Syawal, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Forkopimda Plus dan FKUB Kota Kediri melakukan safari Idul Fitri 1440 H dengan berkunjung ke para kyai sepuh di Kota Kediri, Kamis (13/6).
Perjalanan Wali Kota dimulai dengan mengunjungi kediaman Kyai Kafabihi Mahrus di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, selanjutnya, rombongan melakukan perjalanan ke kediaman KH Anwar Iskandar (Gus War) di Kelurahan Jamsaren.
Pondok pesantren wali barokah menjadi lokasi terakhir dalam rangkaian kunjungan kali ini. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Ponpes Wali Barokah Sunarto, beserta pengurus.
Wali Kota Kediri mengungkapkan bahwa kunjungan ke para kyai sengaja dilakukan guna menyambung silaturahim dan meminta doa agar selalu diberikan kemudahan di setiap tugasnya dalam melayani masyarakat Kota Kediri.
“Ini kali kesekian kita mengadakan silaturahim ke Wali Barokah untuk menyambung tali silaturahim. Alhamdulillah Kota Kediri sangat kondusif dan kalau kita lihat dari perkembangan, dari sisi ekonomi juga sangat luar biasa dibandingkan dengan daerah lain. ” katanya, Lebih lanjut , menurut Wali Kota , Kota Kediri memiliki pertumbuhan 7,02. Inflasinya di bulan puasa kemarin juga paling rendah di Indonesia yaitu 0,05.
Kedatangan kami kesini juga mohon doa, karena kami membangun Kota Kediri untuk kemajuan bersama baik ukhuwahnya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, stabilitas politik dan budayanya.
Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota , juga mengungkapkan selama lima tahun kepemimpinannya pada periode pertama, banyak hal yang telah berhasil dilakukan berkat dukungan semua pihak, termasuk pondok pesantren.Sejak menjabat lima tahun yang lalu bahkan sampai sekarang pondok-pondok, tokoh agama, tokoh masyarakat terus memberikan dukungan dan sumbangsih pemikiran bagi Kota Kediri.
“Sehingga tingkat toleransi di Kota Kediri alhamdulillah sangat tinggi. Kota kediri boleh berkembang, tapi berkembangnya tidak boleh _ngawur_ , harus kita tata sesuai dengan kebudayaan kita, sesuai dengan desain kita yaitu banyaknya pondok pesantren di Kota Kediri. Untuk itu saya mohon dukungannya agar Kota Kediri bisa terus berkembang sesuai dengan harapan kita bersama,” harapnya. Lebih lanjut mengenai rencana pembangunan yang akan dilakukan untuk lima tahun ke depan, Mas Abu mengutarakan akan berusaha mengatasi kemacetan karena adanya exit tol. “Kami sekarang sedang menyiapkan rencana untuk lima tahun ke depan. Termasuk salah satunya antisipasi kemacetan termasuk membuat ring road . Kami juga minta dukungan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi maupun Kabupaten Kediri. Jadi ini harus ada sinergitas antara pusat, propinsi maupun daerah,” ungkapnya.
Dia menambahkan saat ini sedang mengembangkan small medium enterprise di Kota Kediri agar UKM di kota kediri berjalan dengan baik. Hal ini mengingat Kota Kediri adalah Kota perniagaan. Mas Abu juga mengungkapkan peran pondok pesantren sangat penting dalam meningkatkan human development index. [van]

Tags: