Rudy Hartawan: Ini Dia, Kunci Sukses Berbisnis Kuliner di Era Digitalisasi

Rudy Hartawan CEO-Meeber

Surabaya, Bhirawa
Di Era Digital ini  perkembangan yang pesat atas bisnis kuliner menimbulkan persaingan yang sangat ketat. Persaingan tidak semata-mata dalam hal rasa dan penyajian produk makanan dan minuman semata. Namun juga eksistensi, viralisasi dan keterikatan interaksi dengan pelanggan di dunia digital misalnya sosial media, media publikasi hingga reviews ulasan testimoni dan komentar. Hal ini berkaitan juga dengan perubahan perilaku konsumen seiring dengan konsep Marketing 4.0 yaitu 5A (Ask, Advice, Asses, Assist, Arrange).
Seperti diungkapkan Rudy Hartawan CEO PT Meeber Teknologi Indonesia dalam sebuah kesempatan berbagi kunci sukses berbisnis kuliner di era digitalisasi. Berikut ini beberapa catatan kunci sukses yang disampaikan Rudy.
Tingkatkan dan kembangan keberadaan Anda di dunia online.
Berdasarkan temuan riset yang diterbitkan 31 Januari 2019 lalu dari We Are Social, perusahaan media sosial asal Inggris, bersama dengan Hootsuite dalam laporan “Digital Around The World 2019”, terungkap bahwa dari total 268,2 juta penduduk di Indonesia, 150 juta di antaranya telah menggunakan media sosial.
Terapkan konsep bisnis yang unik dan menarik serta memungkinkan pelanggan melakukan transaksi sebelum berkunjung
Tidak dapat dipungkiri bahwa layanan pesan antar telah mengubah prilaku konsumsi konsumen terutama pada bisnis kuliner. Berdasarkan kutiban berita dari kontan.id sepanjang tahun 2018 nilai transaksi GO-FOOD menembus US$ 2 miliar sepanjang tahun 2018 atau sekitar Rp 27,67 triliun.mencapai 74,8% untuk aplikasi pesan antar yang sering dipakai.
Pesaingnya yakni GrabFood hanya sebesar 20,9% dan sisanya layanan delivery dari outlet sebesar 3,1%. Namun selain layanan pesan antar, ada juga layanan atas transaksi sebelum berkunjung yang diprediksi  akan berkembang dengan pesat yaitu pre-order ( Quick Service) untuk makan ditempat atau diambil dan reservasi meja (Table Service).
Dengan adanya kedua layanan ini maka pelanggan dapat dengan mudah mengakses pemesanan makanan dan minuman untuk dipersiapkan sebelum datang. Selain itu juga membantu pelaku bisnis kuliner dalam meningkatkan transaksi dan turn over atas okupansi pelanggan
Tingkatkan program Loyalitas Pelanggan
Bagi banyak pelaku bisnis kuliner menyadari mengenai pentingnya peningkatan loyalitas pelanggan lama yang ada untuk lebih sering berkunjung dan meningkatkan jumlah transaksi. Hal ini dikarenakan pelanggan lama sudah terbukti cocok dan menyukai produknya.
Namun Era Digitalisasi ini sering menyebakan pelanggan cenderung tidak setia terutama apabila adanya penawaran yang lebih menarik dari bisnis kuliner lain. Oleh karena itu penerapan program loyalitas pelanggan yang tepat dan efektif dapat memberikan dampak yang positif dan menjadi solusi atas hal tersebut.
Amati keberadaan bisnis Anda dan komentar pelanggan pada media online internal maupun publik
Mayoritas pelanggan era ini lebih banyak mencari tahu atas ketertarikan mereka terhadap suatu makanan atau minuman maupun bisnis kuliner melalui media online seperti media sosial, portal reviews, hingga testimoni).
Oleh karena itu pastikan Anda memiliki sistem feedback internal yang cukup baik agar komentar negatif atau komplain pelanggan dapat tersalurkan kepada pemilik usaha untuk menghindari posting pada media online publik. Selain itu pastikan Anda rutin mengamati atau mengeset fitur waspada agar otomatis memberitahu Anda ketika ada komentar yang ditulis pada media online publik tersebut.
Tonjolkan makanan yang Halal
Thomson Reuters (2017) melaporkan, populasi Muslim dunia menghabiskan 1,24 triliun dolar AS untuk makanan dan minuman halal pada 2016.
Jumlah ini setara dengan 17 persen dari total pengeluaran pasar global sebesar 7,3 triliun dolar AS. Sedangkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam yang terbanyak di dunia sehingga kebutuhan untuk konsumsi makanan halal sangat besar dengan tren yang terus meningkat.
Terapkan alat pembayaran cashless dan ikuti program-program menarik lainnya
Penetrasi market atas alat pembayaran berbasis non tunai atau cashless sangat cepat dan agresif. Terlebih lagi tawaran yang menarik dari masing-masing pemain cashless seperti Go-Pay, OVO dan yang lainnya dalam memanjakan pelanggan melalui program-program cashback, discount, hingga gratis tentu saja berdampak pada pelanggan di bisnis kuliner. Keinginan pelanggan dalam menuntut adanya program diskon atau cashback dalam bertransaksi sangat kuat dan tidak terhindarkan. Kesempatan ini merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan bagi pelaku bisnis kuliner. Walaupun pada akhirnya khalayak umum sadar bahwa hal ini tidak akan bertahan lama.(ma)

Tags: