Rubrik, Menilai Tanpa Menghakimi

Judul : Aplikasi Rubrik untuk Penilaian Belajar Siswa
Penulis : Herman Yosep dan Yustiana Wahyu
Penerbit : Kanisius
Tahun : Cetakan 1-2017
Tebal : 160 halaman
ISBN : 978-979-21-5369-9
Peresensi : Al-Mahfud
Penikmat buku, lulusan Pendidikan Islam STAIN Kudus

Penilaian menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Lewat nilai, seorang guru bisa mengukur pencapaian siswa terkait kompetensi tertentu yang menjadi tujuan pembelajaran. Rubrik menjadi salah satu instrumen yang bisa digunakan untuk mengukur pencapaian siswa serta mendeskripsikan kemampuan siswa secara lebih efektif. Sebab, rubrik memiliki pelbagai keunggulan dan ciri khas yang berbeda dengan pelbagai metode atau instrumen penilaian lainnya.
Sebagai instrumen penilaian, Brookhart (2013), seperti dikutip penulis, menyatakan bahwa rubrik lebih bersifat deskriptif ketimbang evaluatif. Prinsip penggunaan rubrik, dengan mencocokkan keterampilan yang didemonstrasikan siswa dengan kriteria dan deskripsinya, bukan untuk membuat judgement dengan menyatakan bahwa keterampilan seorang siswa itu “baik” atau “buruk”, “benar” atau “salah”. Ringkasnya, rubrik berisi kriteria yang terpilih dan deskripsi kualitas tingkat keterampilan pada kriterianya (hlm 10). Dari sana, guru memiliki gambaran yang akurat tentang kemampuan siswanya.
Menurut Arter dan Chappus (2006), rubrik yang efektif membantu siswa mencapai hasil belajar terbaik. Misalnya, ketika guru mengaplikasikan rubrik pada penilaian formatif seperti ulangan harian atau pekerjaan rumah, siswa dapat mengetahui tahap-tahap pembelajaran untuk mencapai hasil belajar terbaik. Sebab, kekuatan penilaian formatif terletak pada umpan balik yang diberikan guru pada siswa, yang membuat siswa memperbaiki belajarnya.
Dengan berpedoman pada rubrik, guru akan memberikan umpan balik tak hanya dari skor atau nilai. Lebih rinci, umpan balik bisa meliputi kriteria manakah yang siswa perlu perbaiki dan kembangkan lebih jauh sehingga proses belajar siswa menjadi lebih efektif. Dari sini, kita memahami bahwa rubrik tak sekadar berguna bagi guru untuk memberi informasi dan gambaran tentang sejauh mana kemampuan siswa, namun juga bisa menjadi bahan penting bagi siswa dalam proses belajarnya.
Di samping menguraikan pengertian, substansi, dan manfaat rubrik, penulis juga memberi panduan mendetail dalam membuat rubrik. Ada dua unsur utama dalam rubrik, yakni kriteria dan deskripsi. Kriteria merupakan daftar keterangan yang spesifik yang menunjukkan identifikasi sifat, atribut, atau dimensi yang dapat diukur dan didefinisikan serta memiliki sebuah atau beberapa contoh. Sedangkan deskripsi menggambarkan kualitas kemampuan atau keterampilan yang didemonstrasikan siswa.
Mengukur kreativitas
Penulis juga memberi pelbagai contoh rubrik dan penggunaannya. Contoh penggunaan rubrik di antaranya tentang penggunaan rubrik untuk mengukur keterampilan menulis, berbicara, pemecahan masalah matematika, aspek sikap, sampai rubrik untuk menilai kreativitas siswa. Tentang kreativitas ini, guru pertama-tama harus memastikan bahwa tugas yang diberikan memang mendukung berkembangnya kreativitas.
Karakteristik tugas yang bisa mengembangkan kreativitas siswa di antaranya; pertama, tugas akan menghasilkan sesuatu yang mendung unsur kebaruan, menggunakan ide atau gagasan baru, atau mengorganisasi ide atau gagasan yang sudah ada dengan cara baru. Kedua, memberi kebebasan siswa memilih tipe atau jenis hasil pekerjaan dengan tetap memerhatikan tujuan pembelajaran. Ketiga, penilaian hasil pembelajaran harus berpedoman pada kriteria yang selaras dengan tujuan pembelajaran (hlm 129). Beberapa karakterik tersebut bisa menjadi pegangan guru dalam mengobservasi, menilai, dan memberikan umpan baik terhadap kualitas kinerja siswa.
Rubrik untuk menilai kreativitas, bisa dibuat dengan menetapkan beberapa kriteria yang terdiri dari: “variasi ide atau gagasan dan konteks”, “variasi sumber”, “kombinasi ide atau gagasan”, dan “kebaruan”. Dari masing-masing kriteria tersebut, bisa diukur dengan pelbagai deskripsi, sehingga bisa diukur seorang siswa termasuk dalam kategori “sangat kreatif”, “kreatif”, “cukup kreatif”, dan “meniru”. Misalnya, terkait kriteria “variasi ide atau gagasan dan konteks”, seorang siswa dikategorikan “sangat kreatif” ketika “ide atau gagasannya merepresentasikan berbagai konsep penting dari berbagai konteks atau atau berbagai disiplin ilmu”.
Contoh-contoh konkret tentang pelbagai jenis rubrik disertai penjelasan penggunaannya yang dipaparkan penulis sangat membantu pembaca, terutama para pendidik dalam memahami dan mengaplikasikan rubrik. Aplikasi rubrik dalam proses pembelajaran merupakan hal yang penting, karena akan menjadi jembatan penghubung yang bisa membantu dan memberikan informasi-informasi penting, baik bagi guru untuk mengukur dan menentukan proses pembelajaran, maupun bagi siswa guna mengetahui aspek-aspek tertentu yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki.
———- *** ————–

 

Rate this article!
Tags: