RSUD dr Abdoer Rahem Kabupaten Situbondo Tambah Dokter Spesialis

dr Tony Wahyudi, Direktur RSUD Situbondo bersama Wabup Yoyok Mulyadi dan Kadinkes Abu Bakar Abdi saat memperingati HUT ke 10 dan hari jantung sedunia, Jumat (4/10). [sawawi/bhirawa]

(Peringati Hari Jantung Sedunia)

Situbondo, Bhirawa
Memasuki usia ke 10 tahun, menjadikan UPT RSUD dr Abdoer Rahem terus melakukan pembenahan dalam meningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat. Tak hanya itu, RSUD dr Abdoer Rahem yang saat ini masih berstatus tipe B, menargetkan ke depan bisa naik status menjadi tipe A. Untuk mewujudkan program ini, RSUD dr Abdoer Rahem tak berhenti menambah jumlah fasilitas peralatan medis yang canggih dan menambah jumlah dokter spesialis.
Menurut Direktur RSUD dr Abdoer Rahem, dr Tony Wahyudi, di usia 10 tahun ini RSUD dr Abdoer Rahem menargetkan menjadi rumah sakit rujukan dari pasien luar Situbondo. Terbukti, aku dr Tony, akhir akhir ini RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo banyak menerima pasien rujukan dari pasien asal Bondowoso dan Probolinggo. “Target ini akan kami genjot terus, tentunya harus menambah sarana prasarana alat medis sehingga pasien Situbondo tidak melakukan rawat inap diluar Situbondo,” tegas dr Tony.
Sejumlah sarana prasarana (sarpras) yang ditambah, lanjut dr Tony, diantaranya meliputi alat pemeriksaan penunjang canggih berupa CT-Scan, USG 4 Dimensi, Endospcopi, EEG, EMG dan alat haemodialisa sebanyak 25 unit. Tak hanya itu, kupas dr Tony, RSUD dr Abdoer Rahem juga menambah tenaga medis berupa 4 dokter spesialis dasar, 5 dokter spesialis penunjang dan 8 dokter spesialis yang lain. “Penambahan fasilitas ini sebagai upaya mewujudkan visi UPT RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo,” kupas dr Tony.
Selain memperingati HUT ke 10, sambung dr Tony, UPT RSUD dr Abdoer Rahem juga memperingati hari jantung sedunia, Jumat pagi kemarin (4/10). Dalam momen ini, RSUD mengambil tema ‘jantung sehat, SDM unggul’ yang merupakan tema nasional. Sedangkan untuk tema global, aku dr Tony, mengusung tema ‘My Heart, Your Heart’ yang diwujudkan saat kampanye memerangi penyakit jantung. “Dengan tema ini, kita diajak untuk melakukan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari,” ucap dr Tony.
Masih kata dr Tony, agar jantung benar benar fresh, sejak saat ini semua elemen masyarakat harus memiliki perubahan kecil dalam kehidupan sehari hari. Caranya mudah, ulas dr Tony, dengan membuat sebuah janji sederhana demi kesehatan jantung diri sendiri dan orang yang disayangi dengan berkomitmen mengkonsumsi makanan sehat serta beraktifitas fisik yang lebih baik. “Dari sekarang juga berhenti merokok,” ajak dr Tony.
Lebih jauh dr Tony menegaskan, akibat kebiasaan beberapa hal diatas, masyarakat dapat menderita penyakit jantung koroner. Penyakit ini, ulasnya, merupakan gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena faktor penyempitan pembuluh darah koroner. Disisi lain, lanjut dr Tony, secara klinis penyakit ini ditandai dengan nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada “Biasanya didada terasa tertekan berat ketika sedang mendaki/kerja berat. Tanda tanda lainnya, penderita penyakit ini biasanya saat berjalan datar atau berjalan jauh terasa terburu buru,” pungkas dr Tony. [awi]

Tags: