”Ritual Grebeg Tirto Aji” Masuk Destinasi Wisata di Kabupaten Malang

Plt Bupati Malang HM Sanusi (kiri) bersama Ketua Adat Suku Tengger, saat melakukan rangkaian upacara ritual Grebeg Tirto Aji di Sendang Widodaren, di TWAW Desa Mangliawan, Kec Pakis, Kab Malang

Kab Malang, Bhirawa
Kabupaten Malang selain memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah, kabupaten ini pun juga memiliki keragaman budaya. Sehingga keragaman budaya itu, selalu menjadi agenda tahunan untuk mempertahankan budaya yang ada di masyarakat.
Diantaranya, upacara ritual Grebeg Tirto Aji yakni sebagai upacara pengambilan air suci yang dilaksanakan masyarakat Suku Tengger di Sendang Widodaren atau biasa masyarakat menyebutnya Sumber Air Mbah Kabul dan Mbah Gimbal, yang tempatnya di Taman Wisata Air Wendit (TWAW), Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sedangkan masyarakat Suku Tengger itu berada di wilayah Wisata Gunung Bromo, yang berada di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Namun, sebelum upacara ritual Grebeg Tirto Aji dilaksanakan oleh masyarakat Suku Tengger, terlebih dahulu masyarakat Desa Mangliawan melakukan Pagelaran Kirab Budaya, yakni memperingati Hari Jadi Desa Manliawan yang ke 1128. Sedangkan desa tersebut merupakan desa tertua, begitu juga dengan Sumber Air Wendit yang kini berada di dalam TWAW diyakini sebagai sumber air yang tertua di Kabupaten Malang.
Sebelum dilakukan ritual pengambilan air suci di Sendang Widodaren, terlebih dahulu mengarak jampana sayuran dan buah-buahan hasil bumi dari masyarakat Suku Tengger, mulai dari pintu masuk hingga pendapa. Selanjutnya, dilakukan prosesi tari tujuh bidadari sebagai perlambang untuk mengambil air suci. Dan setelah tari itu selesai, maka Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang HM Sanusi mengambil air suci untuk warga yang disaksikan ketua adat Suku Tengger.
Dalam upacara ritual Grebeg Tirto Aji, Plt Bupati Malang HM Sanusi, Minggu (28/4), seusai mengikuti rangkaian upacara ritual Grebeg Tirto Aji di TWAW, Desa Mangliawan, Kabupaten Malang, dirinya telah memberikan apresiasi dan menyambut baik tradisi dan budaya yang dilakukan masyarakat Suku Tengger dalam mempertahankan uparaca ritual Grebeg Tirto Aji atau pengambilan air suci di Sendang Widodaren yang berada di dalam Tempat Wisata Wendit. Karena upacara ritual tersebut masuk dalam destinasi wisata di Kabupaten Malang.
“Selain sebagai upaya pelestarian adat budaya, khususnya bagi masyarakat Suku Tengger yang senantiasa menjaga komitmen dan konsisten dalam upaya menggali, mengembangkan dan mendayagunakan potensi kepariwisataan adat Suku Tengger,” ucapnya.
Menurut dia, di Kabupaten Malang ini kaya dengan keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat, sehingga untuk melestarikan tradisi budaya tersebut, maka harus ada komitmen dari Pemerintah Daerah. Sebab, dalam tradisi yang dimiliki Suku Tengger ini, juga sebagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang. Karena Suku Tengger tersebut senantiasa mempertahankan adat istiadatnya, sebagai warisan budaya luhur dari nenek moyang kita. Hal ini terpancar jelas dari masyarakat Suku Tengger, yang menggelar salah satu ritual yaitu Grebeg Tengger Tirto Aji Tahun 2019 ini.
Esensi dari Grebeg Tirto Aji sendiri, lanjut Sanusi, ini merupakan wujud rasa syukur yang dihaturkan warga kepada Sang Pencipta. Selain wujud rasa syukur dengan memberikan sesaji, warga Suku Tengger pun berbagi berkah dengan warga sekitar melalui jampana sayur dan buah hasil bumi yang telah didapat. “Prosesi pengambilan air suci di Sumber Mata Air Sidodaren itu, untuk dibawa pulang agar air suci itu akan membawa keberkahan,” tuturnya. [cyn]

Tags: