Ribuan Siswa SMPN 19 Dikenalkan Sains Melalui Racikan Jamu

Siswa SMPN 19 surabaya saat mengikuti workshop racik jamu tradisional.

Cara OWSD Indonesia Peringati Hari Sumpah Pemuda
Surabaya, Bhirawa
Ada banyak cara memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2019 lalu. Diantaranya, mengenalkan minuman tradisional Indonesia, jamu kepada ribuan siswa di SMPN 19 Surabya. Kegiatan itu digagas Organization for Women in Science for the Developing World (OWSD) Indonesia dan Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Sintesis (KiBAS) Departemen Kimia Fakultas Sains Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Dalam lawatan yang bertajuk, Scientis Goes To School itu, 1438 siswa dan 77 guru SMPN 19 Surabaya berkesempatan untuk mengenal rempah – rempah, meracik jamu hingga gerakan meminum jamu. Juga digelar sharing keilmuan bersama ahli laboratorium KiBAS ITS.
Menurut Presiden OWSD, Sri Fatmawati, melalui Program Jamu and Scientist Goes to School diharapkan generasi muda tak hanya sekedar tahu, jamu adalah warisan budaya. Melainkan juga ada keilmuan sains dalam racikannya.
“Ada sains yang bisa mereka gunakan untuk kemajuan bangsa di dalam racikan jamu. Sekaligus bisa mensinergiskan antara kampus, sekolah dan pemberdayaan perempuan,” ujar dia.
Pada kesempatan itu, juga diajarkan kepada siswa untuk meracik jamu kunyit asam. Beberapa bahan yang dibuat terdiri dari kunyit, asam, dan tambahan rempah-rempah seperti kapulaga, kayu manis dan gula aren.
“Dalam racikan jamu ini ada kandungan anti oksidan. Kami juga meracik jamu agar tidak pahit dengan tambahan gula aren tapi juga tidak memberikan kandungan kadar gula yang tinggi,” papar Sri Fatmawati.
Ke depan, Sri Fatmawati berharap agar kegiatan meracik jam terus berkesinambungan. Tak hanya dikonsumsi para orang tua, tetapi juga bisa dikonsumsi dan dikenal generasi milenials.
“Ini juga cara untuk meningkatkan kecintaan sains siswa melalui keanekaragaman hayati Indonesia. Tujuan kita mereka tidak hanya tahu jamu sebagai sains melaluinkan juga semakin cinta dan bangga kepada Indonesia,” katanya.
Kepala Lab KiBAS ITS, Prof Taslim Ersam menambahkan, jika pihaknya mendukung program ini sebagai wadah untuk memberikan motivasi kepada generasi muda tentang pentingnya sains di balik jamu.
Hal senada, diungkapkan Kepala SMPN 19, Shahibur Rachman yang juga menyambut baik program ini. Menurutnya, program ini selaras dengan salah satu program sekolah yang mengangkat warisan dan budaya tradisional Indonesia. ”Minuman jamu ini akan menjadi salah satu program sekolah yang berkesinambungan dan tidak berhenti disini,” katanya. [ina]

Tags: