Ribuan Siswa SMAMDA Gelar Moral Days

Ribuan siswa SMAMDA melakukan orasi ajak teman-teman pelajar lainnya, agar menjalani moral yang baik.

Sidoarjo, Bhirawa
Krisis moral di kalangan generasi muda sudah sangat memprihatinkan. Kegiatan yang dilarang oleh agama justru malah dirayakan, contohnya adalah Valentine Day. Oleh karena, ribuan siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) menggelar ‘Moral Days’.
Mereka melakukan long march keliling sekolah sambil membawa spanduk besar bertuliskan ‘Moral Days’ yang dikelilingi dengan ribuan tandatangan. Usai long march keliling sekolah, juga melakukan orasi, teatrikal tentang bully ditutup dengan konfigurasi, (14/2) di halaman SMAMDA.
Naufal Bassam Amin siswa kelas IPA 1 dalam orasinya mengajak kepada teman-temannya generasi muda, khsusus para pelajar jangan sampai terpengaruh dengan pergaulan yang menghilangkan norma-norma agama. Kita semua adalah para pelajar yang bermoral, menerapkan kaidah-kaidah agama yang baik. “Moral jangan dinomer duakan, Jika dinomer duakan, maka tunggu kehancurannya,” ungkap Naufal yang disambut teriakan meriah ribuan teman-temannya.
Vionita Sakinah siswa kelas X MIPA ini dalam orasinya juga mengaku sangat prihatin saat membaca tentang kegiatan-kegiatan valentine day. Mereka sudah menghilangkan moralnya, bergaul bebas dengan seenaknya. Tentu saja kondisi tersebut tidak layak kalau diterapkan di negera kita yang masih penuh dengan etika moral.
Makanya kita mengadakan kegaitan yang berberda yaitu ‘Moral Days’ kalau kita tolak adanya valentine day berarti sama saja dengan mengakui. “Jadi kita mengadakan kegiatan atau gerakan yang sangat berbeda sama sekali. Karena valentine day tidak layak untuk diterapkan di negara kita,” tegas Vionita.
Sementara itu, Kepala SMAMDA Wigatiningsih juga menuturkan bahwa hari moral adalah hari yang diadakan untuk mengingat kembali akhlak dan etika kita, sebagai seorang muslim. Kerusakan moral sudah melonjak dimasyarakat sekitar, dan kita sebagai masyarakat muslim terlalu terbiasa melihat dan tidak mencegahnya.
“Inilah mengapa kita secara tidak sadar menerima kerusakan moral tersebut, dan menjadi hal yang biasa. Sedangkan misi kita sebagai generasi penerus Muhammadiyah memiliki panggilan untuk berdakwah amar ma’ruf nahi Munkar,” tutur Wigatiningsih.
Jadi, ini kegiatan anak-anak sendiri yang melihat kerusakan moral para pelajar saat ini. Mereka adalah PR IPM SMAMDA mengadakan ‘Hari Moral’. Selain itu mereka juga membuka hari peduli moral open donasi untuk kawan-kawan dan guru SMAMDA. Donasi ini bertujuan mengingatkan kita untuk saling berbagi terhadap sesame, yang akan sumbangkan untuk SSC (Save Street Child).
“Apapun itu bentuk donasinya, kami siap menerima. Entah dalam bentuk fresh money, pakaian bekas (masih layak pakai), makanan (snack), minuman (susu kotak), alat tulis,” pungkasnya. [ach]

Rate this article!
Tags: