Ribuan Peserta BPJS Mandiri Tunggak Iuran Hingga Rp 4,9 M

Seorang warga saat mengurus kartu BPJS kesehatan di kantor BPJS di jalan Sultan Agung Kota Pasuruan, Kamis (21/2)

Kota Pasuruan, Bhirawa
Sebanyak 5.394 peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kategori mandiri saat ini berstatus nonaktif di Kota Pasuruan. Akibatnya, hingga Februari 2019 terdapat tunggakan iuran sebesar Rp4.951.900.390.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Debbie Nianta Musigiasari menyampaikan total tunggakan iuran segmentasi peserta mandiri sebesar Rp 4,9 miliar itu, tersebar pada tiga kelas.
“Hingga Februari 2019 ini, total tunggakan peserta nonaktif BPJS mencapai Rp 4,9 miliar. Total tunggakan itu terdapat 5.394 jiwa. Yang paling banyak tunggakannya di kelas tiga,” ujar Debbie Nianta Musigiasari, Kamis (21/2).
Terinci, kelas 1, sebanyak 883 jiwa dengan tunggakan sebesar Rp 1.529.418.680. Untuk kelas 2, sebanyak 1.110 jiwa dengan total tunggakan Rp 1.272.463.650. Sedangkan yang paling besar jumlahnya ada pada kelas 3 yakni Rp 2.150.018.060 atas tunggakan dari 3.401 jiwa.
“Peserta yang nonaktif itu bisa beralih ke program layanan PBID (Penerima Bantuan Iuran Daerah). Sehingga bisa dibiayai oleh pemerintah. Tentu harus menunjukkan surat keterangan tidak mampu. Untuk tanggungan sebelumnya tetap dibebankan ke peserta itu,” tandas Debbie Nianta Musigiasari. hil

Tags: