Ribuan Pelari Berbagai Negara Padati Alam Bromo

Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf bersama jajaran Forkopimda berbaur dengan ribuan peserta Bromo Marathon 2019 di garis start dari depan Amphiteater Plataran Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Minggu (1/9).

Bromo Marathon Sambil Berselfie
Pasuruan, Bhirawa
Ribuan pelari dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan 30 negara dunia memadati area Bromo, Kabupaten Pasuruan. Meski rute menanjak dan naik turun di 2.500 Mdpl, namun 1.759 peserta Bromo Marathon 2019 tetap menikmatinya lantaran terbawa kesegaran alam hingga keindahan panorama Gunung Bromo.
Sebagian besar peserta memanfaatkan rute alam yang ditentukan dilakoninya dengan gembira hingga berfoto selfie.
“Rute di Bromo Marathon luar biasa. Tadi sempat mengatur napas. Dan juga sempat berhenti untuk menyempatkan diri berfoto bersama hingga berselfie berlatar alam yang indah dan sejuk,” ujar Marina, salah satu peserta Bromo Marathon asal Bandung, Minggu (1/9).
Peserta lainnya dari Perancis, Acera Souf mengatakan medan Bromo Marathon tetap berat. Karena, menjadi peserta merupakan olahraga jenis hicking.
“Rutenya naik-turun sangat terjal dan berat. Tapi semua itu terbayarkan dengan panoramanya indah dan udaranya sejuk. Tadi saya sempat berfoto selfie,” kata Acera Souf diartikan dengan gaetnya.
Founder Bromo Marathon, Dedy Kurniawan mengungkapkan antusiasme peserta Bromo Marathon tahun ini lebih tinggi bila dibanding sebelumnya. Faktor itu adalah dibukanya kategori 5K (lima kilometer) bagi para pemula usia 16 tahun ke atas.
“Jumlah pesertanya adalah 1.759 pelari dari 30 negara. Pembeda pada tahun ini yakni kategori 5K,” jelas Dedy Kurniawan.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menyampaikan gelaran event Bromo Marathon memberikan multi efek player yang positif bagi perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Pasuruan. Dalam hal ini adalah mendongkrak sisi perekonomian masyarakat sekitar.
“Bromo Marathon selalu membawa energi potitif bagi masyarakat Tengger di Tosari Kabupaten Pasuruan. Karena semua hunian, baik hotel maupun rumah-rumah warga di sewa peserta. Selain itu, peserta juga berwisata menikmati indahnya Gunung Bromo dari penanjakan Tosari plus sajian makanan khas pegunungan hingga budaya sekitar,” tandas HM Irsyad Yusuf.
Pejabat nomer satu di lingkungan Pemkab Pasuruan ini menambahkan pihaknya mengajak kepada seluruh peserta Bromo Marathon 2019 untuk menyebarkan wisata Bromo di Kabupaten Pasuruan memalui tagline “Pasuruan Always Fresh”.
“Pasuruan Always Fresh. Kabupaten Pasuruan yang selalu segar. Segar udara dan panorama keindahan alam, segar buah dan sayurnya. Selamat datang di Kabupaten Pasuruan,” kata HM Irsyad Yusuf. [hil]

Tags: