Ratusan Santri Belajar Budidaya Ayam Joper

DPKH beri bimtek budidaya Ayam Joper. [wiwit agus pribadi]

DPKH Berikan Bimtek Budidaya Ayam Joper Bagi KSTM
Probolinggo, Bhirawa
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya ayam Joper (Jowo Super), bagi Kelompok Santri Tani Millenial (KSTM) di Pondok Pesantren (Ponpes) Nuriddahlani Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar. Kegiatan ini hasil kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang diikuti 230 orang peserta dari KSTM Ponpes Riyadhus Solihin, Desa Rejing, Kecamatan Tiris, dan KSTM Ponpes Nuriddahlani Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar.
Bimtek diberikan kepada 16 KSTM yang tersebar di Ponpes di wilayah timur, tengah dan barat di Kabupaten Probolinggo. Para KSTM ini juga menerima paket bantuan berupa bibit ayam Joper sebanyak 500 ekor, 1 paket obat – obatan dan pakan serta subsidi pembuatan/rehab kandang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo, M Sidik Widjanarko melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Bina Usaha, drh Amir Syarifuddin, Rabu (6/11) mengungkapkan kegiatan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan protein hewani melalui bantuan bibit ayam Joper, pakan, obat-obatan dan subsidi pembuatan kandang kepada KSTM.
“Kegiatan ini tahap kedua, sebelumnya sudah pernah dilakukan sekitar Bulan Juni 2019. Tujuannya untuk memberikan bekal kepada para santri yang tergabung dalam KSTM agar bisa memelihara ayam Joper dan mengembangkan agrobisnis peternakan,” ungkapnya.
Amir mengharapkan, dengan kegiatan ini ada peran pondok pesantren dengan sumberdaya santri ikut serta dalam membangun peternakan dalam mewujudkan ketahanan pangan protein hewani. “Ada potensi di Ponpes yang terdiri para santri yang memiliki bekal akhlak yang telah diajarkan para ustadz dan kiai, serta semangat millenial berjiwa muda tentu lebih produktif apabila difasilitasi secara positif oleh Ponpes dengan dukungan pemerintah,” katanya.
Sebanyak 230 santri dari 12 KSTM di Kabupaten Probolinggo, berlatih budidaya Ayam Joper. Selama dua hari, ratusan santri itu mengikuti Bimtek di Ponpes Raudlatul Mutaalimin. Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah yang dipilih untuk mendapatkan Program Penumbuhan KSTM, di samping 19 kabupaten lain yang menjadi tanggung jawab Polbangtan Malang.
Dr Sadlikah SPt MP dari Polbangtan Malang menjelaskan, penumbuhan KSTM merupakan Program Strategis Kementerian Pertanian RI (Kementan RI), bekerja sama dengan RMI dan Dinas Peternakan setempat. ”Program ini untuk menumbuhkan wirausaha muda bidang pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan para santri,” ujar Sadlikah.
Sadlikah menambahkan, agar budidaya berlangsung sesuai harapan, selepas Bimtek akan dilakukan pendampingan oleh mahasiswa Polbangtan Malang dalam bentuk PKL selama tiga bulan.
Sejak digulirkannya launching Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kompetensi bagi KSTM, serta pemberian bantuan bahan praktek mandiri berupa ayam DOC usia empat minggu beserta sepaket vaksin/ obat-obatan dan bahan makanan untuk dua bulan di 34 KSTM Kabupaten Sumenep dan Bangkalan, santri tani yang telah mendapatkan bantuan berupaya untuk serius menggeluti ternak Ayam Joper.
Ayam Joper adalah jenis ayam kampung super yang bisa memproduksi telur mulai usia 20 minggu lebih capet dibandingkan ayam kampung biasa. Rata-rata Ayam Joper bisa produksi telur hingga usia mencapai 2 tahun walaupun pada usia setahun produksi menurun menjadi 80%, sedangkan pada puncak usia dua tahun turun ke angka 60%. Selain itu kelebihan ayam ini juga telurnya bisa ditetaskan, sehingga dari Ayam Joper ini, santri bisa mendapatkan telur tetas, telur konsumsi dan dagingnya jika sudah lewat masa produksi, paparnya.
Program ini juga dimaksudkan untuk mendorong kaum santri dan generasi milenial yang berbasis di Ponpes untuk aktif dan berkontribusi di bidang pertanian dan peternakan, khususnya ayam Joper. [wap]

Tags: