Ratusan JCH Situbondo Pemenuhi Persyaratan Pembuatan Paspor

Petugas Seksi Haji Kantor Kemenag Kabupaten Situbondo saat mendata kelengkapan paspor sesuai Perdim 11, dihalaman kantor setempat, Kamis (18/1). [sawawi/bhirawa].

Situbondo, Bhirawa
Sedikitnya 481 jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Situbondo tahun 2018 berkumpul di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kamis (18/1).
Mereka memenuhi kelengkapan persyaratan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Jember yang akan dimulai awal Pebruari mendatang. Sejak pagi suasana Kantor Kemenag Situbondo sudah menyiapkan berbagai sarana demi melayani ratusan tamu rumah Allah.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Situbondo H Atok Illah, melalui Kepala Seksi Haji, Maulana Ahmad Ridho mengatakan, tahun ini jumlah JCH lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2017 lalu yakni hanya 481 orang.
Sedangkan untuk JCH tahun 2017 berjumlah kurang lebih 620 orang. “Menurunnya jumlah JCH tahun 2018 ini memang sesuai dengan banyaknya pendaftar saat itu. Ini bukan berarti ada kekurangan kuota dari Kementeria Agama RI atau Kantor Kemenag Wilayah Jatim,” tegas Ridho.
Mantan Kepala Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Situbondo itu menambahkan, sebenarnya sesuai rencana awal proses permohonan penerbitan paspor akan dibagi dalam tiga titik yakni Kecamatan Asembagus, Kecamatan Besuki dan Kota Situbondo. Namun karena staf mengaku siap disatu titik lokasi, aku H Ridho, maka proses tersebut akan dituntaskan seharian kemarin.
“Meski sampai malam proses pemberkasan penerbitan paspor ini harus dituntaskan. Para JCH harus mengisi formulir Perdim 11,” tegas mantan Staf Seksi Haji itu.
Masih kata H Ridho, setelah dinyatakan selesai dan semua persyaratan JCh asal Kabupaten Situbondo dinyatakan lengkap maka selanjutnya ratusan berkas itu akan dikirim ke Kantor Imigrasi Jember.
“Untuk selanjutnya semua JCH Situbondo hanya tinggal menunggu panggilan dari petugas Imigrasi Jember. Infonya dimulai akhir bulan Januari, tetapi paling terlambat mulai awal Pebruari 2018 mendatang,” papar H Ridho seraya mengakui dalam berkas itu setiap jamaah boleh memilih satu diantara tiga identitas yakni ijazah, KTP atau Buku Nikah.
H Ridho memastikan, untuk tulisan nama JCH Situbondo ada perubahan ketetapan seperti yang disampaikan Kantor Imigrasi Jember. Misalnya saja, urai H Ridho, ada nama JCH tertulis Moh dengan titik, maka itu harus diperjelas, apakah merupakan sebuah nama atau hanya istilah singkatan.
“Kalau singkatan harus melampirkan surat keterangan dari Desa dengan diketahui Camat. Sedangkan kalau nama itu bukan singkatan maka JCH cukup menandatangani berkas di Kantor Imigrasi Jember,” pungkas H Ridho. [awi]

Tags: