Ratusan Bule Eropa Rayakan Imlek di Kota Probolinggo

Bule asal Eropa rayakan Imlek di Klenteng Tri Dharma Sumber Naga Probolinggo.

(Klenteng Tertua Probolinggo Gelar Nobar Wayang Kulit)

Probolinggo, Bhirawa
Kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo menjadi salah satu daya tarik bagi para bangsa Eropa, merupakan penumpang Kapal Pesiar MS. Amadeah. Ratusan bule Eropa merayakan Tahun Baru China (Imlek) di Klenteng Tri Dharma Sumber Naga, Kota Probolinggo, Selasa (5/2). Uniknya lagi Klenteng tertua di kota Probolinggo menggelar nonton bareng (Nobar) wayang kulit.
Saat perayaan imlek Selasa siang, ratusan wisatawan asal benua biru itu, memadati klenteng yang berlokasi di jalan WR. Supratman nomer 127, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Mereka menaiki becak wisata dari Pelabuhan Mayangan menuju satu-satunya klenteng di kota mangga ini. Bule-bule ini penasaran dengan suasana perayaan Imlek di Kota Probolinggo, utamanya di klenteng Tri Dharma Sumber Naga.
Mereka langsung mengabadikan ornamen klenteng. Ada juga yang berswafoto dengan latar klenteng yang dominan warna merah tersebut. Tak puas jeprat-jepret, mereka juga berkeliling klenteng menyapa warga etnis Tionghoa dan warga pribumi yang berbaur.
Mandy, salah satu turis asal Luksemburg mengatakan, Kota Probolinggo ini sangat menarik. Ditambah dengan masyarakatnya yang ramah dengan berbagai etnis dan bahasa ada di Kota Probolinggo. Salah satunya adalah budaya etnis
Probolinggo, orangnya sangat ramah, macam-maccam kuliner yang mengenyangkan dan tentunya enak ada disini. Berbagai budaya ada, namun tetap rukun. Ya salah satunya seperti sekarang ini budaya China yang ada di Indonesia, orang Indonesia juga ikut serta merayakan tahun baru China ini,” katanya.
Ketua Klenteng Tri Dharma Sumber Naga, Adi Sutanto mengatakan, pihaknya terbuka dengan kunjungan orang dari luar etnis Tionghoa, baik lokal maupun mancanegara. Mereka akan dipersilahkan memasuki tempat ibadat tersebut. Namun tetap menjaga kesopanan dan diharapkan tidak menyentuh benda ritual bagi umat Konghucu, Tao dan Budha itu.
“Saya sangat menghargai dan mempersilahkan para pengunjung bila ingin tahu dengan Tempat Ibadat ini. Apalagi dengan turis asing, tentu kami siap memandu bila ingin mengetahui etnis Tionghoa yang ada di sini. Tentunya dengan norma-norma yang berlaku di sini,” tuturnya.
Turis yang berkunjung dan merayakan Imlek itu, penumpang Kapal Pesiar MS. Amadeah. Mereka bertolak dari Jerman menuju Singapore, kemudian melanjutkan perjalanan ke Probolinggo. Tercatat kapal yang akan bersandar di Australia itu, membawa penumpang 146 turis asing Eropa. Mengaku ingin tahu dari dekat perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan pertunjukan barongsai. Di Klenteng Tri Dharma ‘Sumber Naga’ Probolinggo ini selain barongsai juga menggelar pertunjukan wayang kulit, paparnya.
Sebelumnya Klenteng tertua di Jalan WR Supratman Probolinggo ini pun sibuk mempersiapkan segalanya. Salah satunya membersihkan 12 patung dan satu di antaranya patung Dewa Tang Ho Tjhin Cien, Dewa Tuan Rumah. Selain membersihkan patung, pernak-pernik Imlek didominasi warna merah juga sudah mulai dipasang untuk mempercantik klenteng. Seperti lampu lampion, lilin raksasa dan aneka bunga yang menghiasi pelataran tempat ibadah. Kemudian aneka macam buah, jajanan tradisional dan ayam utuh pun tak ketinggalan, lanjutnya.
Usai beribadah, jemaah akan menikmati aneka hiburan yang sudah disiapkan. Mulai dari pesta kembang api, pertunjukan barongsai hingga wayang kulit semalam suntuk. Hadirnya wayang kulit dalam Perayaan Imlek terbilang unik. Mengingat, pada umumnya saat Imlek menampilkan pertunjukan wayang potehi. Wayang asli dari Negeri Tirai Bambu, ungkapnya.
Adi menjelaskan suguhan wayang kulit itu tidak hanya untuk menghibur jemaah, tapi seluruh warga Probolinggo yang ada di sekitar kelenteng. “Setelah ibadah Imlek, kita akan menggelar tontonan gratis. Mulai dari barongsai dan wayang kulit semalam suntuk, untuk tontonan warga dari semua agama. Karena gambaran tokoh pewayangan merupakan tokoh kebaikan semua dan kita harap berkah dan doa dalam tontonan gratis ini dari warga Kota Probolinggo,” tandasnya.
Dia berharap, Tahun Baru Cina ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi semua umat. Termasuk kedamaian menjelang Pemilu 2019 yang akan berlangsung 17 April mendatang. “Semoga di Shio Babi, para jemaah doanya dikabulkan semua, dari segi rezeki, kesehatan dan damai kehidupan di Kota Probolinggo, serta kami tak luput mendoakan semoga Pemilu 17 April 2019 berjalan damai tanpa ada suatu konflik, siapapun terpilih semoga membawa kebaikan umat,” tambahnya.(Wap)

Tags: