Ramai-ramai Tolak Penambahan SMPN di Kota Batu

Suasana hearing MKKS Sekolah Swasta dengan anggota Dewan bertempat di Kantor DPRD Kota Batu, Selasa (9/7).

Kota Batu, Bhirawa
Sebanyak 22 Kepala Sekolah SMP/MTs swasta yang ada di Kota Batu mendatangi Kantor DPRD Kota setempat, Selasa (9/7) siang. Mereka menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang hendak menambah SMP Negeri.
Mereka beralasan hingga saat ini masih banyak dari SMP/MTs swasta yang kekurangan siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Bahkan satu di antaranya belum mendapatkan siswa baru sama sekali.
Ketua rombongan Kepala Sekolah SMP/MTs swasta, Takim mengatakan dari 22 SMP/MTs swasta yang ada di Kota Batu, hanya 2 sekolah saja yang pagu siswa baru dalam PPDB telah terpenuhi. Yaitu, SMP Muhammadiyah 08 dan SMP Al-Izzah. Sementara sekolah yang lain masih kekurangan siswa baru. Bahkan SMP Arjuno Kota Batu dari pagu 32 hingga saat ini belum mendapatkan siswa baru.
“Saat ini calon siswa yang telah mendaftar di SMP/MTs swasta di Kota Batu sudah sebanyak 1.368 siswa. Namun demikian kami (SMP/MTs swasta) masih kekurangan sebanyak 759 murid,” ujar Takim yang juga Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah-red) swasta ditemui usai mengadu ke Dewan, Selasa (9/7).
Situasi dan kondisi ini akan semakin berat bagi sekolah swasta jika Pemkot merealisasikan wacana penambahan SMP Negeri di Kota Batu. Diketahui, wacana ini muncul dari tuntutan masyarakat yang mengeluh karena tak bisa menyekolahkan anaknya di Sekolah Negeri setelah menjadi ‘korban sistem zonasi’.
Terus kemana para lulusan SD/MI dari Kota Batu setelah tidak diterima di sekolah Negeri?. Takim memaparkan bahwa di tahun ini jumlah lulusan SD/MI di Kota Batu sebanyak 3.124 siswa. Dari jumlah tersebut yang telah diterima di Sekolah Negeri sebanyak 1.945 siswa sehingga potensi siswa yang akan mendaftar ke sekolah swasta sebanyak 1.179 siswa. Padahal daya tampung sekolah swasta sebanyak 2.144 siswa.
“Sekarang daya tampung sekolah swasta ini baru terisi 1.368 sehingga SMP/MTs swasta masih kekurangan 759 siswa. Kondisi ini akan semakin buruk bagi eksistensi sekolah swasta di ada penambahan SMP Negeri,”jelas Takim.
Dan kemarin keluhan dari MKKS sekolah swasta ini disampaikan ke Dewan. Ketua Komisi C DPRD Batu, Didik Machmud mengatakan bahwa setelah mendapatkan data dari MKKS Sekolah swasta ini pihaknya bersama Eksekutif akan mengevaluasi dan mengkaji ulang terkait wacana penambahan SMP Negeri di Kota Batu.
“Di tahun mendatang, kami (Dewan) bersama Eksekutif juga akan melibatkan Sekolah Swasta dalam penentuan pagu sekolah dalam melaksanakan PPDB.Hal ini penting untuk memeratakan PPDB dan semua calon siswa bisa mendapatkan sekolah baik Negeri maupun swasta,”ujar Didik. [nas]

Tags: