Qantas Group Cetak Rekor Pendapatan dan Bukukan Laba Kuat di 2019

Qantas saat memberikan pelayanan penumpang

Surabaya, Bhirawa
Qantas Group mengumumkan Laba Dasar Sebelum Pajak sebesar AUD1,3 miliar dan Laba Berdasarkan Undang-Undang Sebelum Pajak sebesar AUD1,27 miliar untuk tahun keuangan 2019. Penurunan laba dasar sebesar 17 persen dibanding rekor laba yang dicatatkan oleh Group di tahun keuangan 2018 merupakan dampak dari peningkatan biaya bahan bakar sebesar AUD614 juta akibat harga minyak yang semakin tinggi, serta adanya pengaruh dari nilai tukar mata uang asing terhadap pengeluaran selain bahan bakar sebesar AUD154 juta.
Hasil yang didapat juga terdampak pengeluaran non-tunai sebesar AUD92 juta untuk pembayaran hak karyawan termasuk cuti, sesuai peraturan yang berlaku – di mana peraturan pembukuan juga menyebutkan bahwa biaya ini akan meningkat saat suku bunga turun.
Seluruh bagian penting dari portofolio Group tetap mencatatkan laba yang kuat, menghasilkan aliran kas yang signifikan untuk investasi yang sedang berlangsung, begitu pula dengan pendapatan bagi pemegang saham.
CEO Qantas Group Alan Joyce mengatakan bahwa performa di tahun keuangan 2019 telah memperlihatkan kondisi positif di luar situasi pasar yang tidak menentu.
“Kondisi ini memperlihatkan kekuatan masing-masing unit bisnis, sekaligus kekuatan portofolio grup secara keseluruhan. Bahkan dengan adanya hambatan seperti harga bahan bakar dan nilai tukar mata uang asing, kami tetap menjadi salah satu grup maskapai dengan performa terbaik di dunia,“ ujarnya.
Joyce melanjutkan, “Performa kami merupakan hasil dari strategi yang baik dan kemampuan untuk mewujudkannya.“
“Di dalam negeri, kami melihat bahwa pendekatan dual brand Qantas dan Jetstar telah menguatkan posisi kami di sektor penerbangan korporat, wisata premium, dan penerbangan bujet terbatas, sehingga dapat mencatatkan laba kuat,“ lanjutnya.
“Qantas International telah meningkatkan posisi kompetitifnya dengan mengembangkan armada, jaringan, dan kemitraan. Kami juga telah mencatatkan keuntungan unik dengan adanya rute Perth-London, serta masih banyak nilai tambah lain dari aliansi dengan banyak pihak yang akan segera kami umumkan,“ lanjut Joyce.
“Di paruh kedua tahun ini, Qantas Loyalty kembali mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga dua digit berkat aliran pemasukan dari layanan asuransi dan keuangan, serta penyempurnaan program Frequent Flyer,“ ujarnya.
“Inti dari hasil yang kami capai adalah kokohnya pondasi Qantas Group untuk terus berinvestasi dan berinovasi, agar pada akhirnya dapat terus memberikan hasil pada seluruh pemegang saham,“ lanjut Joyce.
“Kami sangat senang bisa memberikan apresiasi berupa bonus perjalanan senilai AUD1.250 bagi 25.000 karyawan kami, yang dapat digunakan untuk menerbangkan empat anggota keluarga dari Sydney ke Honolulu,  menggunakan Jetstar. Sejak 2015, kami telah menyisihkan AUD340 juta dalam bentuk uang tunai dan bonus perjalanan untuk staf non-eksekutif,“ ujarnya.
“Kami melihat bahwa kondisi pasar di masa depan belum dapat diperkirakan secara pasti. Masih ada kelemahan di sektor pasar wisata dalam negeri yang cenderung sensitif terhadap perubahan harga, tapi permintaan akan wisata premium tetap stabil,“ lanjutnya.
Secara keseluruhan permintaan dari pelanggan korporasi tetap stabil, di mana kuatnya permintaan dari sektor sumber daya alam menutup kurangnya permintaan dari industri lain, seperti layanan keuangan dan telekomunikasi. Dalam hal persaingan, secara keseluruhan pangsa pasar kami tumbuh di sektor korporasi dan SME,“ ujarnya.
“Di luar negeri, prospek masa depan terkait permintaan wisata internasional premium terlihat positif, didukung oleh pengurangan kapasitas pasar yang lebih luas,“ lanjutnya.
“Kami mengantisipasi pertumbuhan kapasitas domestik Group di semester pertama tahun keuangan 2020 akan tetap datar, sejalan dengan kondisi pasar yang tidak menentu. Kami akan terus memantau operasi kami terkait permintaan dan posisi strategis perusahaan,” kata Joyce.
Grup Domestik membukukan laba dasar operasi sebesar AUD1,03 miliar, menurun sebesar 4 persen. Sementara peningkatan pendapatan gabungan dari penerbangan domestik Qantas dan Jetstar meningkat 4 persen secara flat, akibat naiknya harga minyak.
Lini domestik Qantas telah membukukan laba dasar operasi kedua tertinggi, meningkatkan pendapatan sebesar 5 persen dan menstabilkan 78 persen kapasitas kursi penumpang.
Jumlah saham Qantas di perusahaan kecil dan menengah terus tumbuh, sehingga membantu mengimbangi melemahnya permintaan tiket perjalanan. Namun, Qantas mampu mempertahankan nilai kepuasan pelanggan hingga 15 poin di atas para kompetitor domestik.
Pasar sumber daya alam terus menguat, dan adanya penambahan kapasitas kursi penumpang di Australia Barat serta Queensland turut berkontribusi pada peningkatan pendapatan dari pasar terkait sebesar AUD47 juta.
Dukungan opsi bagasi dan jumlah anggota Club Jetstar yang mencapai 340.000 orang mampu meningkatkan pendapatan lini domestik Jetstar sebesar 3 persen, serta menaikkan pendapatan tambahan per penumpang sebesar 12 persen. Selain itu, selesainya pembaruan kabin A320 yang dimiliki maskapai juga turut meningkatkan kapasitas kursi penumpang sebesar 3 persen per pesawat.
Sebagai pemimpin pasar maskapai bertarif rendah, Jetstar Group mampu menjual hampir dua pertiga dari keseluruhan kapasitas kursi dengan harga kurang dari AUD100.
Qantas International membukukan laba dasar operasi senilai AUD285 juta, menurun sebesar 28 persen. Tercatat pula peningkatan performa yang signifikan di semester kedua, seiring dengan penyesuaian kapasitas penumpang dan harga tiket kompetitor terkait harga bahan bakar yang lebih tinggi.
Pendapatan meningkat sebesar 6 persen dibanding tahun keuangan 2018, dan ada peningkatan 2 persen pada kapasitas kursi penumpang menjadi 86 persen.
Perubahan jaringan dan armada terus memberikan keuntungan, sementara rute Perth-London dan layanan hub di Singapura juga menghasilkan performa yang kuat. Persaingan di pasar Pasifik juga masih ketat tapi performa Qantas diperkirakan dapat meningkat menindaklanjuti penerapan bisnis gabungan dengan American Airlines dan dioperasikannya sejumlah rute baru, termasuk rute Brisbane-Chicago yang akan mulai beroperasi pada tahun keuangan 2020.
Lini kargo Qantas Freight terus mencatatkan pendapatan yang stabil dengan adanya dukungan perpanjangan kontrak tujuh tahun dengan Australia Post.
Layanan internasional Jetstar mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan melalui performa kuat pada rute liburan utama seperti Bali dan Jepang.
Jepang mencetakrekor lababaru, dan Jetstar Pasifik tetap mencetak laba, sementara Jetstar Asia menghadapi tantangan akibat kenaikan bea bandara dan pajak yang signifikan di hub Singapura. Layanan regional Jetstar di Selandia Baru merugi dan saat ini kondisi pasar sedang dipantau secara ketat.
Qantas Loyalty mencatatkan rekor laba dasar operasi sebesar AUD374 juta, meningkat sebesar 8 persen.
Pertumbuhan pendapatan didorong oleh kesuksesan program Frequent Flyer, seiring dengan produk asuransi dan keuangan baru.
Jumlah poin yang ditukarkan oleh pelanggan meningkat sebesar 12 persen dibanding dengan 5 persen pertumbuhan jumlah anggota. Tingginya tingkat keterlibatan dalam program ini diperkirakan terus meningkat, seiring dengan perubahan biaya yang dibebankan pada penumpang saat melakukan penukaran poin serta ketersediaan tiket penerbangan yang mulai berlaku pada bulan September 2019. Saat ini telah tercatat 24 persen peningkatan penukaran tiket penerbangan kursi Classic sejak perubahan biaya tersebut diumumkan pada bulan Juni silam.
Program Qantas Business Rewards, yang turut meningkatkan harga saham maskapai di segmen usaha kecil hingga menengah serta meningkatkan pendapatan dari mitra Loyalty, telah mencapai 250.000 anggota.
Jumlah kartu kredit yang dapat ditukar dengan Qantas Points terus bertambah dan unggul di pasar yang lebih luas, ditambah dengan performa baik dari kartu-kartu premium Qantas. Selain itu, pelanggan asuransi kesehatan Qantas tumbuh sebesar 46 persen, didukung oleh rendahnya kenaikan premi rata-rata di pasaran.
Qantas Grup terus memenuhi ketiga pilar kerangka dasar keuangan. Arus kas operasi menguat di angka AUD2,81 miliar dan utang bersih berada di bawah kisaran target yaitu AUD4,7 miliar. Pengeluaran untuk belanja modal bersih setelah disesuaikan dengan pendapatan dari Qantas Catering dan biaya sewa di Terminal Domestik Melbourne mencapai AUD1,6 miliar. Semua komponen tersebut menghasilkan arus kas bebas bersih AUD1,24 miliar.
Transformasi berkelanjutan ini menghasilkan AUD452 juta dalam bentuk pendapatan dan keuntungan lain dari penghematan biaya.
Total biaya bahan bakar Group adalah AUD3,85 miliar, meningkat sebesar AUD614 juta pada tahun keuangan 2018. Beberapa langkah efisiensi yang sedang dijalankan seperti modernisasi armada dan sistem perencanaan penerbangan baru, mendorong peningkatan efisiensi bahan bakar sebesar 2,2 persen.
Qantas Group dikenakan pajak penghasilan sebesar AUD374 juta atas laba yang didapat di tahun keuangan 2019. Qantas Board telah mengumumkan pembagian hasil fully franked sebesar AUD2014 juta atau 13 sen per lembar saham untuk dibayarkan pada 23 September 2019 dengan tanggal pencatatan 3 September 2019, serta pembelian kembali hingga 79,7 juta lembar saham. Detail dari pembelian kembali saham yang bernilai hingga AUD400 juta tersebut dapat diakses di https://www.investor.qantas.com.
Setelah menyelesaikan pembelian kembali saham tersebut, akan ada pengurangan sepertiga saham yang dipermasalahkan sejak 2015 – pengurangan terbanyak dari semua perusahaan ASX All Ordinaries dalam lima tahun terakhir. Modal surplus akan terus dinilai tiap semester, seiring dengan berjalannya kerangka keuangan. Bagian pertama dari surplus ini akan dialokasikan ke dividen dasar yang saat ini memiliki nilai AUD400 juta per tahun. Setelah disesuaikan dengan laba bersih per saham dari pembelian kembali saham yang diumumkan pada hari ini, hal tersebut setara dengan 27 sen per saham tiap tahunnya.
Qantas Group terus berinvestasi untuk masa depan melalui beberapa inisiatif utama termasuk: Pengumuman tiga penerbangan percobaan di bawah Project Sunrise yang akan beroperasisebelum tahun 2019 berakhir. Ini adalah penerbangan non-stop dari New York dan London ke Sydney menggunakan pesawat 787-9s yang telah dimiliki Qantas. Dengan membawa lebih sedikit orang untuk mengurangi beban, penerbangan percobaan ini akan menguji sejumlah pendekatan untuk mengoptimalkan kenyamanan penumpang dan awak kabin, sebagai dasar merancang layanan penerbangan jarak jauh. Penerbangan percobaan yang merupakan delivery flight dengan rute yang dimodifikasi tersebut akan mendapatkan offset emisi sepenuhnya. Project Sunrise harus menyelesaikan beberapa tantangan sebelum Qantas mengambil keputusan akhir pada Desember 2019.
Pembaruan 12 pesawat Airbus A380 milik Qantas, termasuk penyempurnaan kabin dari tiap kelas, loungebaru di pesawat, dan peningkatan kapasitas kursi premium sebesar 27 persen. Pengerjaan pesawat pertama sedang berlangsung dan diperkirakan dapat mulai beroperasi pada bulan September.
Pengiriman enam pesawat 787-9s tambahan untuk Qantas International mulai Oktober 2019, sehingga jumlah total armada menjadi 14 pesawat.
Peningkatan kapasitas lounge di hub Qantas di Singapura sebesar 60 persen, termasuk perluasan Business Lounge yang telah ada dan pembukaan First Lounge baru.
Investasi AUD25 juta untuk pembaruan Frequent Flyer, termasuk penambahan lebih dari satu juta kursi reward per tahun, mengurangi biaya yang dibebankan pada penumpang ketika memesan tiket menggunakan poin hingga 50 persen, dan mengurangi 10 persen jumlah poin yang dibutuhkan untuk memesan kursi kelas ekonomi di rute internasional.
Kemajuan pada pengurangan 100 juta plastik-sekali-pakai hingga akhir tahun 2020 dan memangkas 75 persen sampah yang dihasilkannya pada akhir 2021.
Persiapan untuk mengoperasikan A321 NEO bagi Jetstar, dengan 18 pesawat yang akan mulai diterima di pertengahan 2020.
Qantas Group terus berusaha menyesuaikan kapasitas penumpang dengan permintaan yang ada, serta memadukannya dengan pertumbuhan pendapatan agar dapat mengurangi tingginya harga bahan bakar.
Ekspektasi operasional Qantas Group saat ini untuk tahun keuangan 2020 adalah: Jumlah pengeluaran untuk bahan bakar diperkirakan akan meningkat menjadi ~AUD3,95 miliar (naik ~AUD100 juta) dengan sepenuhnya menerapkan praktik hedging Kapasitas Qantas Group pada semester pertama tahun keuangan 2020 diperkirakan akan meningkat sebesar ~1 persen. Grup Domestik diperkirakan tidak akan mengalami perkembangan yang berarti. Sementara Grup Internasional diharapkan meningkat sebesar ~1,5 persen kala kapasitas kompetitor diperkirakan menurun ~1 persen di semester pertama tahun keuangan 2020.
Dampak inflasi pada pengeluaran Qantas Group (termasuk peningkatan upah) diperkirakan mencapai ~AUD250 juta Keuntungan dari upaya transformasi diharapkan sebesar ~ AUD400 juta Pembelanjaan modal kotor untuk tahun keuangan 2020 diperkirakan mencapai AUD2,0 miliar Penyusutan laba bersih dan amortisasi diharapkan sebesar ~ AUD130 juta lebih tinggi dari tahun keuangan 2019.(ma)

Tags: