Pupuk Karakter Religius dalam Nuansa Ramadan

Tuban, Bhirawa
Jumat (10/5) pagi itu, Masjid At-Taqwa Sumurjalak Plumpang Tuban diriuhkan oleh rangkaian praktik ibadah yang dilakukan oleh siswa-siswi RA Miftahul Hidayah dan PAUD Tunas Pertiwi. Mereka berjalan sehat dengan penuh semangat dari sekolah ke masjid pagi itu. Selain pengenalan ibadah berjama’ah mereka juga dibekali bagaimana cara melakukan ibadah dengan benar sesuai Syariat Islam.
“Ramadhan bulan penuh rahmat dan berkah bagi umat muslim di dunia. Pada bulan ini seluruh amalan kita akan diberi pahala berlipat ganda oleh Allah,” kata Kepala RA Miftahul Hidayah Bunda Wulan pada siswa-siswinya.
Mereka memulai kegiatan dengan bersuci. Para Ustadzah mengajarkan mereka bagaimana cara bersuci dengan benar. Lalu mereka mempraktikan satu persatu dengan bimbingan Bunda Wulan, Bunda Umi, Bunda Ni’ah, dan Bunda Ida selaku ustadzah pembimbing 34 siswa RA dan 28 siswa PAUD ini.
Setelah selesai mereka bersiap untuk melakukan praktik shalat berjamaah. Dengan dipimpin salah satu siswa RA Ahmad Zanuar Siswanto.
“Bun, aku bisa jadi imam, Alhamdulillah,” Seru Zanuar setelah praktik ibadah selesai dilaksanakan.
Pembentukan karakter sejak usia dini sangat penting. Anak harus dibekali pengetahuan agama dengan benar. Agar kelak mereka mempunyai landasan yang kuat untuk menuju masa depannya. Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi orang-orang beriman agar lebih bertaqwa kepada Allah. Dengan berpuasa akan melatih anak-anak untuk menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
“Sejak dini anak-anak harus dekat dengan masjid agar kelak ketika mereka sudah dewasa semakin mencintai masjid sebagai tempat ibadah.” Bunda Umi Kepala PAUD Tunas Pertiwi menambahkan.
Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, akan diampuni semua dosanya.”(HR.Bukhari)
Pada bulan Ramadan tahun ini kegiatan yang dilaksanakan oleh 2 lembaga dalam naungan yayasan Mu’inah antara lain: latihan puasa bagi siswa-siswi PAUD dan TK, mengaji bersama, hafalan surat-surat pendek Al Qur’an, senam sehat anak islam, bimbingan shalat berjama’ah, dan bersadaqoh.
“Siswa dibiasakan bersadaqoh karena dengan bersodaqoh dapat melatih rasa empati mereka kepada sesama yang membutuhkan. Sedikit yang diberikan akan bermanfaat bagi orang lain.” Tutur Sriyatni sekretaris Yayasan Mu’inah.
Sodaqoh tidak hanya dengan uang atau barang, bisa juga bersodaqoh melakukan kebaikan-kebaikan. Dengan memberi pertolongan kepada yang membutuhkan baik berupa tenaga atau ilmu yang bermanfaat.
[Sriyatni, SPd. SD, Guru SDN Sumurjalak II Plumpang, Tuban]

Tags: