Punjul Tekankan Inovasi dan Terobosan di Dunia Pendidikan

Wakil Walikota Batu H Ir Punjul Santoso,MM saat memimpin Apel Perdana ASN Pemkot Batu pasca libur Lebaran yang digelar di halaman Balaikota Among Tani Batu, Senin (10/6).

Kota Batu, Bhirawa
Memasuki tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan Kota Batu dituntut untuk mampu meningkatkan inovasi dan terobosan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Harapan sekaligus menjadi instruksi ini disampaikan Wakil Walikota Batu H Ir Punjul Santoso,MM saat memimpin Apel Perdana ASN Pemkot Batu pasca libur Lebaran yang digelar di halaman Balaikota Among Tani Batu, Senin (10/6).
Diketahui, pasca libur Lebaran, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengawali hari pertama kerja dengan menggelar apel perdana di Balai Kota Among Tani Batu, Senin (10/6) pagi yang dipimpin oleh Wakil Walikota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M. Dalam sambutannya, Punjul menekankan adanya inovasi dan terobosan di dunia pendidikan, terutama mengawali tahun ajaran baru 2019.
“Salah satu inovasi yang perlu dilakukan dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat membebani orang tua siswa secara finansial,” ujar Punjul dalam sambutannya.
Bahkan, orang nomor 2 di Pemkot Batu ini meminta kepada OPD terkait, untuk tanggap jika menemukan masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. OPD yang merupakan kaki tangan Pemkot harus tangap untuk langsung memberikan bantuan.
“Karena pemberian bantuan di dunia pendidikan merupakan kewajiban Pemkot Batu,”pesan Punjul.
Selain itu, atas nama Pemkot Batu, Punjul juga mengucapkan terima kasih kepada Forkompinda karena telah mengamankan jalannya libur Lebaran, baik arus mudik maupun arus balik. Karena dengan kerja sama antar anggota Forkompimda Batu yang cukup solid maka masyarakat Kota Batu maupun wisatawan yang melalui maupun berlibur di Kota Batu dapat menikmati masa laburannya dengan nyaman. Begitu juga dengan warga Kota Batu yang merayakan Lebaran di kampung halaman.
“Selama libur lebaran lalu lintas di Kota Batu berjalan lancar tanpa ada kemacetan panjang, hal ini patut mendapat apresiasi dan terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,”himbau Punjul.
Adapun menyikapi adanya ASN yang tidak hadir di hari pertama kerja, Punjul mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan Surat Edaran (SE) ke semua OPD satu pekan sebelum libur Lebaran 2019. Dalam SE tersebut para pegawai diwajibkan hadir pada hari pertama kerja dan dilarang menambah libur.
“Selain absen pada saat apel, nanti tiap Kepala OPD jiga akan absen kembali. Itu yang jadi kroscek,” jelas Punjul. Kemudian bagi ASN yang tak hadir akan diberi sanksi sesuai aturan merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai. Adapun hukuman akan diberikan mulai disiplin ringan dimulai dari teguran lisan, tertulis hingga pernyataan tidak puas secara tertulis. Hal ini akan diberikan kepada ASN yang tak masuk kerja tanpa keterangan. [nas]

Tags: