Puluhan Ribu Peserta PBIN BPJS Kesehatan Dinonaktifkan

Para peserta BPJS Kesehatan saat mengantri di kantor BPJS Kesehetan Pasuruan di Jalan Sultan Agung Kota Pasuruan. [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Puluhan ribu peserta Penerima Bantuan Iuran Nasional (PBIN) BPJS Kesehatan di Pasuruan dinonaktifkan sejak Oktober kemarin. Alasannya beragam, karena ada peserta yang sudah meninggal hingga sudah mampu. Penonaktifan peserta BPJS Kesehatan itu dibiayai APBN.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Mahmuda Nur menyampaikan totalnya yang di nonaktifkan mencapai 48.995 peserta di bulan Oktober 2019. “Penonaktifan usai ada verifikasi data peserta PBIN. Penyebabnya adalah terkait anomali data. Misalnya NIK ganda, data tidak ada, peserta yang sudah meninggal hingga sudah mampu,” tandas Mahmuda Nur, Minggu (3/11).
Penonaktifan itu juga ditandatangani oleh Kementerian Sosial. Tujuannya tak lain supaya penerima BPJS Kesehatan yang dibayar oleh pemerintah pusat tepat sasaran. “Ini merupakan yang kedua. Sebelumnya pada Agustus, sebanyak 45.919 peserta dinonaktifkan,” ujar Mahmuda Nur.
Saat ini total ada 94.914 peserta PBIN BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan. Sehingga, peserta BPJS Kesehatan bantuan pusat tercatat ada 568.102 orang.
Ia menambahkan penerima bantuan PBIN mengambil data warga tidak mampu di Basis Data Terpadu milik BPS tahun 2015. Data warga tidak mampu terus berubah-ubah. Selain itu, Dinsos juga diimbau melakukan verifikasi data setiap 3 bulan. Sehingga, data warga miskin benar-benar tepat sasaran. [hil]

Tags: