PTM Bisa Berpotensi Menjadi Penyakit Menular

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dan Penyehatan sanitasi Dasar (PSD) Dinkes Lumajang,dr. Rosyidah

Lumajang Bhirawa
Dinas Kesehatan Lumajang melakukan upaya pencegahan peningkatan angka penderita PTM ( penyakit tidak menular) . Hingga saat ini PTM seperti hipertensi dan diabetes militus jumlahnya selalu bertambah .
Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dan Penyehatan sanitasi Dasar (PSD) Dinkes Lumajang,dr. Rosyidah ketika dikonfirmasi diruang kerjanya (16/10) yang menjelaskan , hingga saat ini Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya pencegahan mulai dari pemeriksaan penderita melalui Posbindu dan berbagai sosialisasi di berbagai wilayah yang memiliki jumlah besar, merupakan bagian dari strategi untuk menurunkan jumlah penderita PTM .
Dicontohkan Rosyidah, penderita PTM seperti Diabetes Militus ketika sudah terdiaknosa menderita DM atau Diabetes Militus jika dibiarkan dapat menggangu fungsi organ lainya.
Dampak dari penyakit Diabetes Militus ini menurut Rosyidah dapat menyebabkan gangguan lain seperti Gagal ginjal, dan menyerang organ tubuh lainnya seperti paru paru yang dapat menimbulkan penyakit TBC dan dapat menular kepada orang lain.
“Penderita Diabetes Militus jika menyerang paru paru bisa menimbulkan penyakit TBC yang dapat menular kepada orang lain, selain itu jika paru paru sudah terluka akibat diabetes tersebut harus menjalani perawatan di rumah sakit,” jelasnya.
Berdasarkan visualisasi data skrining semester satu di tahun 2019 ini menurut Rosyidah angka tertinggi di Desa Padang kecamatan Padang yakni sebesar 61,3 persen, menyusul Labruk Kecamatan Sumber Suko sebesar 52,8 persen dan di Gucailit kecamatan Gucailit sebesar 46,4 persen.
Sementara untuk data penderita Diabetes Militus tertinggi di Desa Labruk Kecamatan Sumber Suko sebesar 93,30 persen, disusul Kelurahan Rogotrunan sebesar 84,45 persen kemudian disusul Desa Randuagung Kecamatan Randuagung yang mencapai 84,11 persen. Masih menurut Rosyidah untuk data penderita Hipertensi terbanyak di wilayah Kecamatan Pronojiwo yakni sebesar 42,71 persen kemudian di wilayah Kecamatan Jatiroto sekitar 31,86 persen.
Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat, apabila telah terdiaknose menderita Diabetes Militus atau hipertensi ( darah tinggi) agar rutin memeriksakan ataue kontrol ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Dokter Praktek maupun ke Posbindu yang adaw di desanya masing-masing, selain itu pola makan juga di atur dan minum air putih yang cukup, sesuai dengan ketentuan yaitu minimal 8 gelas perhari dan juga olah raga rutin. (Dwi)

Tags: