PT Taspen dan KPP Siap Masuk ke MPP Kabupaten Sidoarjo

(Karena Ada Empat Stand Layanan di MPP Lama Tidak Aktif )

Sidoarjo, Bhirawa
PT Taspen (Tabungan asuransi pensiun) dan KPP ( Kantor pelayanan pajak ) Sidoarjo, akan siap masuk ke dalam Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo. Karena selama tiga bulan ini ada empat stand di MPP Sidoarjo itu dianggap tidak aktiv bahkan kosong dalam memberikan pelayanan disana.
Keempat stand tersebut diantaranya milik Kejari Sidoarjo, PLN, BNI dan Bank Mandiri. Sejak MPP Sidoarjo itu diresmikan oleh Menpan RB, M Syafrudin, pada 29 Januari 2019 lalu, hingga sekarang empat stand layanan di MPP Sidoarjo itu tidak pernah dijaga petugasnya lagi.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab Sidoarjo, Wahyu Herison Made SSTP, MHp, tentang kesiapan PT. Taspen dan KPP Sidoarjo masuk ke MPP Sidoarjo itu, sudah ada pembicaraan dengan tim pengelola MPP Sidoarjo untuk siap masuk.
“Tapi kapan waktunya, kami tetap akan koordinasi dengan Bagian Organisasi Pemkab Sidoarjo,” kata Herison, Rabu (10/4) kemarin.
Tapi juga ada rencana lain, sejumlah OPD teknis di Pemkab Sidoarjo diperkirakan juga akan diberi kesempatan untuk ikut memberi layanan di MPP Sidoarjo. Menurut Herison, diantaranya seperti Dinas PU, Dinkes, DLHK, Dishub dan Dikbud. Dengan difasilitasi di MPP Sidoarjo, kata Herison, mereka akan bisa memberikan layanan produk perizinan di bidangnya masing-masing.
Namun tempat mereka, kata Herison, tidak berada didalam MPP, tapi berada di back office sebab sebagai pendukung MPP. Di dalam MPP sebagaimana MoU nya dipergunakan untuk 24 lembaga layanan awal.
Sebagaimana diketahui Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sidoarjo melalui Peraturan Bupati (Perbup) Sidoarjo, adalah OPD yang ditunjuk sebagai pihak pengelola MPP Sidoarjo. Sedangkan Bagian Organisasi adalah koordinator pelayanan publik di Pemkab Sidoarjo.
Pengelola MPP Sidoarjo, kata Herison, merasa sayang kalau stand yang disediakan disana sampai kosong atau tidak difungsikan dalam melayani kebutuhan masyarakat. Maka itu, apabila ada yang kosong atau tidak aktiv lagi, maka akan segera difungsikan.
Di MPP Sidoarjo, selama ini disetting terdapat 24 stand layanan yang berasal dari OPD di Pemkab Sidoarjo dan sejumlah lembaga vertikal seperti Samsat, Imigrasi dan BPJS. Jumlah total layanan yang mampu bisa diberikan disana ada sebanyak 168 jenis layanan.
Kalau keempat stand layanan di MPP Sidoarjo itu kosong, tidak ada petugas dan tidak ada layanan, berbeda dengan sejumlah stand layanan lainnya di MPP Sidoarjo, yang tiap hari ada petugas dan volume layanannya ramai.
Misalnya seperti stand milik Dispendukcapil Sidoarjo, stand milik Dinas Penanaman Modal dan PTSP, stand BPJS, stand milik Polresta Sidoarjo, stand layanan gabungan milik Dinsos dan Disnaker Sidoarjo, stand milik Bank Jatim dan stand layanan milik Kantor Imigrasi.
Sementara itu sempat diutarakan oleh Fadholi, Petugas koordinator MPP Sidoarjo dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP, sayang kalau stand layanan di MPP sampai ada yang kosong. Sebab dengan adanya MPP Sidoarjo banyak masyarakat yang bisa dilayani dengan adanya MPP Sidoarjo itu.
“Tiap hari banyak warga yang datang ke MPP Sidoarjo, menanyakan untuk mengurus layanan di MPP Sidoarjo,” katanya.
Fadholi mengatakan jam pelayanan di MPP Sidoarjo, adalah Senin – Kamis pukul 08 – 15.00 WIB. Sedangkan Jumat pukul 08 – 11.00 WIB. Kemudian dilanjut pukul 13.00 – 15.00 WIB.
Sebagaimana diketahui, dibangunnya MPP Sidoarjo itu tujuannya adalah agar bisa sebagai tempat layanan alternative bagi warga Sidoarjo, supaya bisa mendapat layanan kebutuhannnya, dengan lebih mudah, cepat, tepat, aman dan nyaman.
Menpan RB, M. Syafrudin, saat meresmikan MPP Sidoarjo itu sempat mengatakan bahwa MPP Sidoarjo adalah MPP yang diresmikan ke 13 dari 19 MPP yang ada di Indonesia. Menurut Menpan, tidak mudah dalam mewujudkan mal pelayanan publik. Sebab semuanya tidak lepas dari komitmen daerah yang terus memikirkan untuk memberi pelayanan yang lebih baik pada warganya. (kus)

Tags: