Program PTSL, Upaya Cegah Sengketa Tanah

Karikatur Ilustrasi

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo kembali menyerahkan sertifikat sebanyak 616 bidang tanah milik warga Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon.
Desa Jatikalang mengajukan sebanyak 1.430 bidang tanah. Tahap pertama pembagian 616 sertifikat, sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Penyerahan sertifikat ini merupakan hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Program Nasional Agraria (Prona) Tahun 2018 lalu. Akhirnya, ratusan sertifikat yang diserahkan di Kantor Balai Desa Jatikalang itu menyebabkan antusias warga berbondong-bondong membawa surat panggilan untuk mengambil sertifikat miliknya.
Akan tetapi, untuk pembagian sertifikat tanah sisanya atau tahap kedua belum ada kejelasan dari pihak desa maupun pihak BPN Sidoarjo. Sehingga masih banyak warga yang menunggu kejelasan dari kapan dibagikannya sertifikat program PTSL yang sudah didaftarkan.
Menurut Ketua Satgas Yuridis BPN Sidoarjo Heri Sanjoyo , dengan adanya program PTSL ini pihaknya berharap tidak ada lagi sengketa tanah. Selain itu warga bisa memanfaatkan sertifikat tersebut untuk berwira usaha bagi yang tidak memiliki modal usaha. Dan untuk sisa pembagiannya akan secepatnya diusahakan.
Menurut Hari Sanjoyo dengan adanya program PTSL ini, kedepan berharap tidak ada lagi sengketa tanah, dan juga bisa memanfaatkan sertifikat miliknya untuk berwira usaha. Karena banyak potensi warga berwirausaha terkendala dengan modal.
Sementara Sekretaris desa Jatikalang, Aris Dwi Herdianto mengatakan warga sangat senang dan terbantu dengan adanya program PTSL ini, selain biayanya sangat murah prosesnya juga cepat, meskipun sebagian warga masih ada yang belum mendapatkanya karena belum selesai dari pusatnya.

Ressi Adivevianti
Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Tags: