Program ADD / DD Kabupaten Malang Terbentuk 203 BUMDes

Wisata Air Sumber Sira yang dikelola oleh BUMDes, Desa Putukrejo, Kec Gondanglegi, Kab Malang, yang memperoleh bantuan dari Kemendes PDTT

Kab Malang, Bhirawa
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang HM Sanusi memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Pusat, karena menunjukkan keseriusan dalam membangun kawasan pinggiran. Sehingga dengan berkat program pembangunan yang dititik beratkan pada kawasan perdesaan, maka kemajuan telah cukup dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Malang.
“Yang kini dirasakan masyarakat desa di kawasan pinggirin, seperti pembangunan desa yang paling nyata dirasakan masyarakat. Sehingga dengan pesatnya pembangunan desa, maka hal tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi desa,” kata HM Sanusi, Minggu (10/3), kepada Bhirawa.
Menurutnya, keseriusan Pemerintah Pusat dalam membangun desa, yakni dibuktikan dengan adannya anggaran yang dikeluarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yakni berupa program Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Dan secara proporsional dibagikan pada seluruh desa, hal itu merupakan kebijakan untuk pembangunan desa. Sedangkan dana yang dikucurkan langsung kepada kepala desa (kades), maka di Kabupaten Malang sudah terbentuk 203 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Untuk itu kami berharap, kepada para kades yang tersebar di 378 desa dan ditambah 12 keluarhan dapat memanfaatkan momentum ini. Karena hasilnya akan sangat berarti bagi pengembangan BUMDesa maupun pembangunan desa secara keseluruhan,” tutur Sanusi, yang juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini.
Karena Kabupaten Malang memiliki perkembangan yang cukup pesat terkait pembanguan desa, lanjut dia, maka Kabupaten Malang sekian kalinya kembali menerima bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang langsung diserahkan oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, pada Jumat (8/3). Sedangkan bantuan tersebut diberikan kepada 10 desa dengan total Rp 500 juta, serta bantuan yang diberikan kepada dua Lembaga BUMDes, dengan total bantuan tunai sebesar Rp 300 juta.
Selain itu juga, jelas Sanusi, Menteri Desa PDTT juga memberikan bantuan kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) dengan total Rp 200 juta yang diterima Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi, dan bantuan untuk pasar desa dengan total Rp 170 juta yang diterima Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. “Sedangkan untuk bantuan program inkubasi inovasi desa pengembangan ekonomi lokal diterima oleh tiga desa, yakni Desa Sukodono, Kecamatan Dampit sebesar Rp 1,3 miliar, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen sebesar 1,3 miliar, dan Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon sebesar senilai Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.
Ditambahkan, bantuan yang diberikan oleh Kemendes PDTT kepada Kabupaten Malang, hal ini juga merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membangun desa di kawasan pinggiran, agar desa-desa yang ada di Kabupaten Malang yang masuk kategori desa tertinggal bisa surviveseperti desa-desa lainnya. Sehingga program ADD/DD sangat membantu Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pembangunan desa, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa.
Dirinya sangat berharap, tegas Sanusi, agar pengelola ADD/DD atau kades harus bisa memanfaatkan anggaran tersebut untuk kepentingan desa dan warganya. Sebab, anggaran itu memang khusus digunakan untuk kepentingan pembangunan desa. “Dan kami juga mengingatkan pada para kades, jangan salah dalam penggunaan ADD/DD, apalagi digunakan untuk kepentingan pribadi. Karena salah dalam penggunaan anggaran, tentunya akan berurusan dengan hukum,” tandas dia. [cyn]

Tags: