Probolinggo Raya Lepas 367 Kontingen ke Proprov Jawa Timur

Wawali Subri melepas kontingen ke Porprov Jatim.

(Kota Probolinggo Mentarget Enam Medali Emas Dan Bonus Rp. 20 Juta)

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Wakil Wali Kota Probolinggo, Muhammad Sufis Subri secara resmi melepas 168 kontingen Kota Probolinggo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VI Tahun 2019 di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Pemerintah Kota Probolinggo. Dalam Porprov VI Jawa Timur tahun 2019, kontingen Kabupaten Probolinggo berjumlah 189 orang terdiri dari 141 atlet dan 58 official dari 21 cabang olahraga (cabor). Sedangkan official kontingen sebanyak 10 orang sehingga jumlah keseluruhan adalah 199 orang.
Kontingen Kota Probolinggo pada Porprov VI Jatim Tahun 2019 sejumlah 168 orang, meliputi official dan pelatih sebanyak 45 orang, atlet putra 71 orang dan atlet putri 52 orang. Kontingen Kota Probolinggo dalam Porprov ke VI ini akan mengikuti 18 cabang olahraga, diantaranya atletik, anggar, petanque, tenis meja, bola voli indoor, catur, balap sepeda, karate, bola basket, billiar. Serta cabang olahraga renang, selam, sepak takraw, senam, panjat tebing, wushu dan taekwondo.
Ketua Koni Kota Probolinggo, Siswadi menjelaskan Porprov Jatim VI tahun ini diselenggarakan di empat kabupaten yakni Lamongan, Tuban, Gresik dan Bojonegoro, dan akan berlangsung selama delapan hari dimulai pada tanggal 6 sampai dengan 13 Juli 2019.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada atlet Kota Probolinggo yang akan berlaga di porprov jatim VI tahun 2019. Agar berjuang secara maksimal dan meraih hasil yang maksimal pula. Minimal memenuhi target perolehan medali yang di telah tetapkan.Target kontingen Kota Probolinggo pada Porprov tahun ini, yakni 6 medali emas, 15 medali perak dan 19 medali perunggu. Tunjukkan prestasi yang terbaik. Saya yakin kalian semua bisa…bisa…bisaa,”ujar Siswadi.
Wakil Wali Kota Probolinggo Muhammad Soufis Subri, Kamis 4/7 mengungkapkan bagi para atlet yang bisa meraih prestasi akan diberikan reward (bonus) dari Pemerintah Kota Probolinggo. Untuk atlet perorangan yang mendapatkan medali emas mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 15 juta, medali perak sebesar Rp. 7,5 juta dan medali perunggu sebesar Rp. 5 juta.
Selan itu, atlet beregu yang mendapatkan medali emas akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 20 juta, medali perak sebesar Rp. 10 juta dan medali perunggu sebesar Rp 6 juta. Sedangkan pelatih yang mendapatkan emas mendapatkan uang tunai sebesar Rp 8 juta, medali perak sebesar Rp 4 juta dan medali perunggu sebesar Rp 2 juta.”Saya berharap para atlet dan pelatih semua pulang membawa emas,” imbuhnya.
Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan, membentuk dan menyiapkan kontingen Porprov Kabupaten Probolinggo pada Porprov VI tahun 2019 di Kabupaten Lamongan, Gresik, Bojonegoro dan Tuban.
“Kami berharap bahwa Kabupaten Probolinggo pada tahun 2023 bersama 3 daerah sekitarnya Kota Probolinggo dan Kabupaten/Kota Pasuruan bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Proprov VIII. Terkait hal tersebut kiranya perlu kajian bersama dengan melibatkan semua instansi terkait memberikan respon terhadap harapan KONI Jawa Timur Bondowoso dan Lumajang telah siap menjadi tuan rumah,” ungkapnya.
Menurut Sugeng, pihaknya bersama KONI telah menyiapkan semua kebutuhan atlet dan official selama penyelenggaraan Porprov VI Jawa Timur tahun 2019. “Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan kesuksesan kepada para atlet sehingga dapat meraih prestasi terbaik bagi Kabupaten Probolinggo,” harapnya.
Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko mengatakan, ada beberapa atlet Porprov Kabupaten Probolinggo yang sudah tidak boleh memperkuat daerahnya karena telah masuk dalam Puslatda KONI Jawa Timur persiapan PON 2020 di Papua. Yakni cabor bulutangkis Sri Fatmawati, cabor catur Agus Kurniawan termasuk 2 atlet seniornya Choirul Anam dan M. Ervan serta cabor anggar Dhimas. Mereka semua telah memberikan kontribusi terbaik untuk Jawa Timur,” tegasnya.
Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA Timbul Prihanjoko mengatakan momentum penyelenggaraan Porprov kali ini patut dijadikan sebagai wahana aktualisasi untuk mengukur kemampuan atlet karena melalui kegiatan multi event yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali ini dapat melihat sejauh mana hasil jerih payah dan segala upaya atlet selama menjalani proses latihan.
“Sering saya sampaikan kepada generasi muda Kabupaten Probolinggo bahwa prestasi adalah suatu proses panjang yang harus dilalui dan diperjuangkan. Porprov kali ini menjadi salah satu bagian pembinaan prestasi, maka dari itu kalau atlet ingin berprestasi, maka berlatihlah dengan tekun dan disiplin,” katanya.
Wabup Timbul meminta para atlet membuat slogan dalam hidupnya “Tiada hari tanpa berlatih karena latihan tidak akan mengkhianati prestasi”. Ini mengandung makna yang sangat dalam. “Untuk itu kepada para para atlet dan pelatih saya ingin berpesan tingkatkan kualitas latihan dan berlatihlah dengan disiplin, maka prestasi akan datang menjelang,” tambahnya.(Wap)

Tags: