Prediksi Cuaca Ekstrim 7 Hari, BPBD Imbau Warga Probolinggo Waspada

Warga dan TNI serta BPBD lakukan pembersihan.

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Probolinggo, mengimbau warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem. Pasalnya, hujan deras, banjir atau bahkan puting beliung masih mengintai kawasan Probolinggo. Disamping itu pihaknya juga melakukan normalisasi sungai di Tiris akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.
BPBD kabupaten probolinggo secara umum untuk mewaspadai hujan petir, potensi bencana banjir dan angin kencang, selama tujuh hari ke depan. Hasil pantauan BMKG, hujan lebat, badai petir, dan angin kencang masih terjadi, di sebagian wilayah Probolinggo.
“Sebagai antisipasi terjadinya pohon tumbang, kami mengimbau warga segera memangkas atau bahkan menebang pohon, yang berada terlalu dekat dengan permukiman warga,” imbau Kalaksa BPBD, Anggit Hermanuadi, Senin 11/3.
Empat hari pasca terjangan angin puting beliung di Desa Tambak Rejo dan Curah Tulis, Tongas, upaya pembersihan dan perbaikan rumah-rumah warga terus dilakukan. Mulai dari memindahkan batang dan ranting kayu yang menghempas atap rumah, hingga perbaikan fasilitas publik lainnya, katanya.
Meski sebagian rumah-rumah warga korban amukan angin telah dibersihkan dan diperbaiki, namun sebagian warga terdampak masih trauma. Saat terjadi angin kencang di dekat permukiman. “Kami masih ketakutan, takut celaka saat angin secara tiba-tiba kembali datang dan merusak rumah-rumah seperti kemarin itu,” tutur salah satu warga terdampak, Siti Khodijah.
Hingga saat ini, perbaikan fasilitas umum terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi normal di lokasi terdampak. Seperti dilakukan petugas PLN, memperbaiki sambungan aliran listrik. Selain itu pula BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan normalisasi kali Pekalen, di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Normalisasi dilakukan untuk mencegah adanya banjir susulan terjadi, jelasnya.
Ada tiga lokasi yang dilakukan perbaikan dan normalisasi. Lokasi pertama di bagian dekat jembatan dan rumah penduduk terdampak, di Desa Andungbiru. Lokasi kedua di dekat kantor Desa Andungbiru dan dilaksanakan pelurusan alur sungai. Serta di lokasi ketiga, berdekatan dengan sekolah.
“Selain itu, Dinas PU SDA Provinsi Jatim dengan instansi terkait, akan melakukan pemetaan zona bahaya banjir Kali Pekalen. Diharapkan peta tersebut dapat digunakan oleh instansi yang berwenang, untuk mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan pada resiko bencana banjir bandang,” terang Anggit.
Pertimbangan lain perbaikan dan normalisasi sangat perlu dilakukan karena warga masih tetap bertahan tinggal di daerah rawan tersebut. Padahal, banjir bandang dan longsor susulan dimungkingkan terjadi dengan kondisi cuaca yang seperti saat ini.
Pemkab Probolinggo rencananya akan melakukan relokasi rumah yang berada di lokasi rawan bencana. Meski begitu, rencana ini masih terkendala lahan. Normalisasi saluran kali Pekalen ini dilakukan dengan bantuan sejumlah personil dan alat berat. Bukan hanya itu, BPBD setempat juga bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur, serta Dinas PU SDA Jatim, tandasnya.
Musim hujan yang disertai angin terus menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Tidak mau kecolongan akan kejadian bencana puting beliung, salah satunya mengantisipasi terjadinya pohon tumbang dengan memangkasnya.
Kabid Penanggulangan dan Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Sunjoto mengatakan, agenda pemangkasan yang dilakukan DLH merupakan agenda rutin. Serta, dilakukan di seluruh wilayah Kota Probolinggo. “Pemangkasan difokuskan pada titik yang rawan dulu. Mengingat kondisi angin yang kencang,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya masih mengutamakan pemangkasan pohon di sekitar jalan protokol. Itu, dilakukan karena pohon yang di tepi jalan sudah terlalu tinggi. Serta, hampir mengenai kabel listrik PLN. “Kami prioritaskan pada jalur protokol dengan kondisi pohon yang sudah tua dan tinggi. Selanjutnya, barulah pohon-pohon di titik lainnya. Seperti di Gus Dur (K.H. Abdurahman Wahid),” ungkapnya.
Sejak Sabtu 9/3, pemangkasan pohon dilakukan di Jalan Slamet Riyadi. Sunjoto mengatakan, dalam proses pemangkasan pohon ini memang sedikit mengganggu arus lalu lintas. Namun, jika tidak dilakukan buka tutup jalur, pohon yang dipotong bisa jatuh ke pengendara yang melintas. “Pengeprasan ini kegiatan rutin. Jadi, kami sudah antisipasi sebelumnya,” paparnya.
Pemangkasan dilakukan pada pohon yang dianggap sudah tua dan rapuh. Tujuannya mengantisipasi jika ada angin kencang, tidak sampai tumbang. Sejumlah pohon yang dianggap menghalangi rambu-rambu dan mendekat kabel listrik juga dipotong. “Jika terjadi angin kencang, kami imbau warga tidak berada di bawah pohon. Apalagi pohon yang sudah rapuh. Karena apes kita kan gak tahu,” tambahnya.(wap)

Tags: