Prajurit Kodim 0831 Surabaya Timur Jalani Tes Urine Narkoba

Staf pendamping pasca rehab BNN Kota Surabaya Ika Nur Widayati saat melakukan tes urine narkoba kepada anggota Kodim 0831 ST, Senin (15,4).

Surabaya, Bhirawa
Puluhan prajurit Kodim 0831 Surabaya Timur (ST) menjalani tes urine narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya, Senin (15/4). Tes urine ini merupakan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kalangan TNI AD.
Kegiatan tes urine yang dilakukan di aula markas Paldam V Brawijaya ini merupakan kegiatan rutin setiap tiga bulan sekali. Komandan Kodim (Dandim) 0831 ST Letkol Inf La Ode M Nurdin mengatakan kegiatan itu sebagai upaya meminimalisir pelanggaran yang berkaitan dengan narkoba di satuan TNI. Khususnya di lingkungan Kodim Surabaya Timur.
“Tingginya peredaran gelap narkoba di Indonesia, harus diperangi oleh seluruh pihak, baik TNI, Polri, instansi pemerintah maupun swasta. Mari kita bersama-sama bersinergi dalam melakukan pencegahan terhadap peredaran gelap narkoba,” kata Letkol Inf La Ode M Nurdin.
La Ode menjelaskan, narkoba saat ini bukan hanya menyasar dari kalangan dewasa saja. Tapi juga di kalangan remaja dan anak-anak. Mereka juga bukan hanya dari kalangan masyarakat berpendidikan rendah, melainkan telah meracuni kalangan masyarakat berpendidikan tinggi.
Masih kata La Ode, P4GN rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada seluruh prajuritTNI, terutama bintara pembina desa (Babinsa) terkait penyalahgunaan narkoba serta efek sampingnya.
“Babinsa merupakan ujung tombak TNI. Dan bertugas untuk menyosialisasikan ke masyarakat, tentang bahaya dan dampak dari peredaran gelap narkoba,” tegas La Ode.
Sementara itu, Staf Rehabilitasi BNN Kota Surabaya Koirudin mengapresiasi apa yang dilakukan Kodim 0831 Surabaya Timur. Khususnya dalam mengadakan kegiatan P4GN di lingkungannya dan pada anggota jajaran. Hasilnya, puluhan prajurit Kodim 0831 ST dinyatakan negatif alias bersih dari pengaruh narkoba.
“Hasilnya negatif, bersih. Kegiatan seperti inilah yang harus dicontoh, di mana pemerintah perlu bersinergi dengan komponen lainya dan seluruh elemen masyarakat Indonesia. Tujuannya untuk berkomitmen dan menyatakan perang terhadap narkoba. Narkoba merupakan salah satu ancaman besar bangsa yang menjadi tanggungjawab bersama untuk diselesaikan,” tambahnya. [bed]

Tags: