Pra Konsepsi Diharapkan dapat Tekan AKI-AKB di Kabupaten Lumajang

Rina Dwi Astuti.

Lumajang Bhirawa
Dalam menekan Angka Kematian Ibu ( AKI) Angka Kematian Bayi ( AKB) Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang meluncurkan Program Pra Konsepsi dengan perilaku hidup sehat perencanaan kehamilan yang disosialisasikan ke seluruh masyarakat di Lumajang, dengan sasaran para gadis pelajar, perempuan Putus sekolah yang merencanakan nikah, calon pengantin baru, pengantin baru serta para pasangan suami-istri yang akan merencanakan ingin hamil lagi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Lumajang, drg Rina Dwi Astuti ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya (24/9) menjelaskan bahwa program tersebut digelar di sejumlah wilayah di Lumajang dengan melibatkan ( kerjasama) berbagai Dinas terkait seperti dengan Dinas Pendidikan, Kementrian Agama ( Kemenag Lumajang) dalam hal ini adalah KUA (Kantor Urusan Agama), Pemerintahan Desa para Kaur Kesra ( Modin), serta Tim penggerak PKK yang ada di Desa Desa.
“Kegiatan itu merupakan upaya kita untuk menyiapkan calon ibu hamil yang sehat, agar nantinya akan melahirkan bayi yang unggul sebagai calon generasi yang milenial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rina Dwi Astuti juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya melakukan sesisalisasi ke sejumlah sekolah dengan sasaran para pelajar ( wanita) dengan materi cara menjaga kesehatan reproduksi remaja, serta berbagai
himbauan untuk makan makanan yang bergizi, serta usia ideal untuk menikah.
Program Pra Konsepsi tersebut merupakan Rina sangat penting bagi masyarakat terutama para pelajar putri, atau remaja putri sebagai calon ibu hamil karena pada kegiatan itu diajarkan berbagai materi atau edukasi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mereka yang nantinya akan menginjak ke jenjang pernikahan dan proses kehamilan.
“Selain program ini untuk mencegah kematian ibu dan bayi, tapi kita lebih mengedepankan mutu Generasi platinum seperti yang kita harapkan,” jelasnya.
Secara teknis , dijelaskan bahwa kegiatan itu akan melibatkan lintas sektoral dari berbagai unsur, dengan membentuk kelas untuk pelajar putri, bagi yang tidak sekolah ada kelas tersendiri, yang termasuk bagi para pasangan suami-istri yang masih ingin merencanakan hamil lagi juga menjadi sasaran tersendiri dengan melibatkan Desa dan Kader PKK.
“Kami harapkan calon pengantin untuk selalu memeriksakan kesehatan serta memantau gizi untuk menyiapkan kandungan yang sehat,” pungkasnya.(Dwi)

Tags: