Polrestabes dan Jajaran Ungkap Peredaran Narkoba di Surabaya

Anggota Polsek Gubeng menunjukkan Abdul Amin, tersangka pengedar sabu di Surabaya, Rabu (26,6).

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Tim Opsnal Satresnarkoba Polrestabes Surabaya kembali mengungkap kasus penyalahgunaan dan peradaran narkoba di Kota Pahlawan. Kali ini Polisi mengamankan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja.
Pelaku yang diamanya adalah Gatut Guno Parindri (46) warga Jl Ketintang Selatan, Surabaya. Selain tersangka, Polisi turut menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu bungkus ganja kering seberat 8,76 gram beserta bungkusnya, satu bungkus kertas papir, satu buah dompet kecil warna biru dan 1 satu buah HP.
“Hasil ungkap ini merupakan buah dari informasi masyarakat. Kemudian kita selidiki, dan ternyata benar pelaku bernama Gatut ini memiliki daun kering yang merupakan narkotika jenis ganja,” kata Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian, Rabu (26/6).
Sambung Memo, pihaknya beserta anggota akan terus mengembangkan hasil ungkap ganja ini. Sebab, pihaknya mengaku masih ingin mengorek keterangan lebih dalam dari pelaku. Baik darimana ganja itu didapat dan dari siapa barang haram tersebut.
“Kita akan kembangkan hasil ungkap kasus ganja ini. Ganja itu darimana, beli ke siapa, apakah dijual kembali oleh pelaku. Semuanya masih dalam pendalaman tim,” tegas Memo.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Sub Pasal 111 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal pidana penjara seumur hidup.
Sementara itu, untuk tingkat jajaran, Unit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya menangkap seoranga pengedar sabu di Surabaya. Pelaku bernama Abdul Amin (36) warga indekos di Jl Gubeng Masjid, Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Ipda Joko Soesanto menjelaskan, dari penangkapan itu Polisi mengamankan barang bukti berupa 11 paket plastik kecil didalamya berisi narkotika jenis sabu-sabu.
“Sebanyak sebelas paket sabu siap edar berhasil kami sita. Dan juga satu buah bungkus rokok dan uang hasil penjualan sebesar Rp 950 ribu,” jelasnya.
Masih kata Joko, hasil ungkap kasus ini merupakan berawal dari informasi masyarakat. Informasi menyatakan bahwa di wilayah Jl Gubeng Masjid, Surabaya disinyalir menjadi ajang atau tempat peredaran narkoba.
Setelah dilakukan penyelidikan, anggota melakukan penangkapan terhadap Abdul Amin. Namun usaha itu gagal, hingga pelaku selalu lolos.
“Anggota kami terus melakukan pengintaian selama berbulan-bulan, hingga pelaku berhasil ditangkap di tempat kosnya tanpa perlawanan,” tegasnya.
Upaya ‘Bersih-bersih’ narkoba ini, diakui Joko, merupakan intruksi dari pimpinan. Terlebih Kota Surabaya merupakan pangsa pasar yang sering digunakan untuk peredaran narkoba. Pihaknya pun berkomitmen untuk terus melakukan upaya ‘Bersih-bersih’ narkoba di wilayah hukumnya, khususnya di Kota Pahlawan.
“Bersih-bersih narkoba ini merupakan intruksi langsung dari pimpinan. Dan sebagai wujud Polri dalam tugas mecegah dan memberantas peredaran narkoba di Kota Surabaya,” pungkasnya. [bed]

Tags: