Polrestabes Amankan Residivis Pengedar Sabu Wilayah Surabaya

Petugas Polrestabes Surabaya menunjukkan bb sabu milik FM yang disimpan di dalam meja yang sudah dimodifikasi, Senin (12,8). [abednego/bhirawa]

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Surabaya. Seorang tersangka berinisial FM (38) warga Jl Raya Pahlawan, Gresik berhasil diamankan petugas.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan juga empat poket plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat total 49,14 gram; empat buah pipet kaca; dua buah timbangan digital; satu unit HP warna hitam merk OPPO dan satu buah kotak plastik.
“Tersangka ini residivis kasus serupa tahun 2016. Dan menjadi pengedar kembali di wilayah Surabaya,” kata Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKP Heru Dwi Purnomo, Senin (12/8).
Tersangka FM, sambung Heru, residivis kasus narkoba yang ditangani Polrestabes Surabaya. Setelah keluar, tersangka masih menggeluti bisnis haram yang kemudian ditangkan anggota Satresnarkoba Polrestabe Surabaya.
“Pengungkapan ini berasal dari informasi masyarakat, terkait adanya pengedar gelap sabu di wilayah Surabaya. Tersangka sendiri ditangkap di Depan Makam Pahlawan Jalan Raya Pahlawan, Gresik ,” jelas Heru.
Saat dilakukan penggeledahan pada tersangka, Heru mengaku, petugas tidak menemukan barang bukti apapun. Setelah itu petugas membawa tersangka ke kosnya di Jl Pahlawan Gresik.
Di tempat kos tersebut petugas melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa empat poket sabu yang disimpan di dalam laci meja kayu milik tersangka.
“Oleh tersangka, sabu miliknya disimpan di laci lemari yang sudah dimodifikasi guna mengelabuhi petugas,” bebernya. Heru menambahkan, tersangka mendapatkan sabu dari bandar berinisial BD yang sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).
Dari BD, tesangka rata-rata membeli sabu sebanyak 70 sampai 80 gram. Apakah termasuk dalam jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Heru masih melakukan pengembangan terkait hal itu.
Menurutnya, tersangka FM merupakan pengedar yang sering beraksi di wilayah Surabaya. Pihaknya pun memastikan akan melakukan pengembangan terhadap bandar sabu yang sering memasok tersangka FM.
“Kami akan mengembangkan kepada bandar berinisial BD. Dari pengakuan tersangka, barang haram yang dibeli dari BD didapat dengan sistem ranjau,” ungkapnya.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman pidana penjara minim 6 (enam) tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tegas Heru. [bed]

Tags: