Polresta Pasuruan Ringkus Begal Sadis Bersenjata Handak

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno, Kasat Reskrim AKP Slamet Santoso saat konferensi pers di Mapolres Pasuruan Kota terkait penangkapan begal sadis jaringan antar kota bersenjata bahan peledak yang merampas 40 motor, Rabu (22/5).

Pasuruan, Bhirawa
Tiga anggota begal maling motor sadis bersenjata bahan peledak jenis bom ikan (bondet) sudah dilumpuhkan oleh jajaran Polres Pasuruan Kota lewat penangkapan pada Sabtu (18/5) lalu. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap tiga anggota lainnya.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno menyampaikan tiga orang yang berhasil dilumpuhkan adalah Buratin (24), Rudianto (21), Sodik (41). Semuanya warga Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Ketiganya beraksi di Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan serta Kabupaten Sidoarjo.
“Mereka itu sudah melakukan aksi di 30 TKP. Yakni 20 kali di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, 10 kali di Polres Pasuruan dan 10 kali di Sidoarjo. Saat ini, anggota masih melakukan perburuan terhadap 3 orang yang masih buron,” tandas AKBP Agus Sudaryatno saat konferensi pers di Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (22/5).
Tiga anggota begal maling motor tersebut merupakan spesialis dalam pencurian motor di toko waralaba. Dalam aksinya, mereka beraksi dengan berkelompok dan membagi perannya masing-masing. Para pelaku menjebol kontak motor dengan kunci T.
“Mereka ini bersenjata bondet. Apabila kondisi terdesak dan korbannya melawan, maka bondet di ledakkan. Sudah ada korban yang terkena senjata bondet,” papar Agus Sudaryatno.
Dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain dua unit motor matic jenis vario, dua buah tas selempang, enam bondet dan tiga kunci T.
“Kami menghimbau agar masyarakat saat ini lebih waspada. Jangan hanya dikunci ganda saja, melainkan juga diawasi motornya jika lagi diparkir,” kata Agus Sudaryatno.
Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 363 Ayat 1 ke 3e, 4e dan 5e dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara serta Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau setinggi-tingginya. [hil]

Tags: