Polres Trenggalek Tangkap Kakek Tersangka Pencabul Anak Dibawah Umur

Trenggalek,Bhirawa
Jawari (50) Kakek kakek warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. harus meringkuk di jeruji besi Mapolres Trenggalek karena di duga kuat telah menyetubuhi anak dibawah umur hingga hamil.
Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S membenarkan peristiwa tersebut. Tersangka diamankan karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sampai hamil.
” Tersangka ini ditangkap, karena diduga telah melakukan tindakan persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Untuk TKPnya di hutan Tenggong masuk wilayah Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Sedangkan kasus masih dalam proses penyidikan,” tuturnya Kamis (25/4).
Sedangkan barang bukti yang diamankan petugas berupa, satu potong celana pendek warna hitam kombinasi orange dan putih, serta satu potong kaos lengan pendek warna hitam.
Dari pengakuan tersangka, perbuatan itu dilakukan sebanyak tiga kali. Sebelum melampiaskan napsu bejatnya, korban diajak jalan-jalan ke hutan Tenggong masuk Desa Tasikmadu, Watulimo.
Untuk melancarkan aksinya pelaku melakukan bujuk rayu dan menjanjikan mau dinikahi.Perbuatan tidak senonoh tersebut terbongkar pada kamis (4/4/2019) setelah orang tua korban curiga dengan kondisi anaknya. Kemudian memeriksakan korban ke bidan dan hasilnya korban dinyatakan positif hamil.
“Atas kejadian ini orang tua korban selanjutnya melaporkan ke Polres Trenggalek, mendapati laporan tersebut dengan sigap petugas melakukan penyelidikan hingga menangkap tersangka dan digelandang ke Mapolres Trenggalek guna penyelidikan lebih lanjut.” terangnya.
Ditambahkan Didit.B.W.S Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dan barang bukti berupa, satu potong celana pendek warna hitam kombinasi orange dan putih, serta satu potong kaos lengan pendek warna hitam telah kita amankan.
“Terhadap tersangka akan dikenakan pasal 81 ayat (2) UURI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(wek)

Tags: