Polres Trenggalek Bongkar Sindikat Curas Bersenjata Senjata Api

Trenggalek, Bhirawa
Berdarakan hasil pengembangan dan penyelidikan dari tiga pelaku pencurian dengan kekerasan ( Curas) di kawasan Durenan Kabupaten Trenggalek, dari ketiga pelaku tersebut Sumarno (48) asal demak, Heru Susanto (33) dari Kalimantan Tengah , Adit Lutfi (31) Sumatra Utara, satreskrim polres Trenggalek menemukan lagi barang bukti berupa senjata api revolver 38 yang digunakan pelaku untuk mengancam korban.
Diketahui ,pistol yang dipakai pelaku mengancam korban curas TKP Durenan kemarin, adalah senjata api jenis revolver 38 sedangkan barang bukti senjata jenis airsoft gun tidak di gunakan.
Kapolres Trenggalek , AKBP Didit Bambang Wibowo. S membenarkan, penemuan barang bukti berupa (senpi) senjata api yang disembunyikan di bawah tempat duduk mobil avansa warna putih
“Mendapatkan senjata jenis pistol jenis revover dengan amunisi sejumlah 14 butir, dengan kaliber 3,8 yang mana hasil pengungkapan dari satreskrim berada di mobil avansa warna putih yang disewa oleh pelaku dari rental lumajang,” ungkap Kapolres Trenggalek saat konferensi pers di halaman mapolres Trenggalek. Selasa (27/8)
Didit menjelaskan Untuk pelaku Adit Lutfi secara langsung menguasai senjata api tersebut, menurutnya ia tergolong sadis, apabila korban melawan maka ia akan melakukan eksekusi dengan cara menembaknya.
“Dari hasil penyidikan dan pengembangan kasus di durenan korban diancam bukan dengan pistol airsoft gun melainkan dengan senjata api berjenis revover” jelas Didit.
Kapolres mengatakan pelaku adalah residivis tindak pidana pencurian dengan kekerasan di 3 tempat, pelaku adit bertindak sebagai eksekutor.
“Sampai saat ini sudah 3 tindakpidana yang dilakukan, tindak pidana peratama TKP Gunung Halu berupa 2 kg emas, sedangkan di TKP Ciputat Kabupaten Tangerang Banten berupa 6 kg emas, kemudian yang ketiga diwilayah Durenan Trenggalek,” terangnya.
Selain itu, Senpi yang digunakan oleh pelaku adalah milik teman pelaku, yaitu Eko (30) asal Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Okutimur, senpi itu mau dijual oleh pelaku Adit dengan harga Rp 7 Juta rupiah, namun belum sempat laku dijual , digunakan melakukan tindak pidana Curas tersebut.
“Menurut pengakuan dari Adit, ia mendapatkan senpi tersebut melalui rekannya dengan harga sekitar 7 juta. Motifnya menggunakan senpi tersebut untuk mengancam dan menakut-nakuti korbannya, ” jelas Didit.
Atas perbutannya tanpa hak membawa, menguasai, mempunyai persediaan padaanya atau mempunyai dalam kepemilikanya, menyimpan, menyembunyikan dan mempergunakan senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, maka petugas menjerat pelaku dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia tahun 1951 dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun, ” pungkasnya. ( Wek)

Tags: