Polres Lumajang Tahan ASN Dilingkungan DLH

Matasan (45), Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ditangkap Tim Cobra Polres Lumajang, karena terlibat aksi curanmor.

(Diduga sebagai Penadah Motor Curian)

Lumajang, Bhirawa
Diduga sebagai penadah sepeda motor hasil curian, seorang ASn harus berurusan dengan pihak kepolisian.
Matasan (45th), warga Dusun Sumber wadung Desa Babakan, RT 26/RW 04, Kecamatan Padang seorang ASN yang berdinas di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, terpaksa berurusan dengan Jajaran Tim Cobra Polres Lumajang,dan hingga saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan ditahan oleh Satreskrim Polres Lumajang.
Dalam pers release, yang digelar di Polres Lumajang,(2/7), yang langsung dipimpin oleh Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban, dijelaskan bahwa tersangka yang merupakan ASN tersebut ditangkap oleh Tim Cobra Satreskrim Polres Lumajang ketika mengendarai sepeda bodong merek Honda GL Max 125, yang telah di gunakannya selama tiga bulan berjalan.
Pada awalnya,didalam proses penyidikan, tersangka mengaku bahwa sepeda motor itu didapat dari seseorang yang tidak ia kenal yang menawari barang tersebut dengan dalih gadai senilai 2.500.000 Rupiah, dan akhirnya sepeda itu digadai senilai 1,500.000 Rupiah, akan tetapi dari Aparat kepolisian tidak serta merta menerima alibi tersangka tersebut.
Kemudian, Tim Cobra Satreskrim Polres Lumajang, yang di pimpin oleh Kasatreskrim, AKP Hasran melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan didapatkan pretelan Onderdil sepeda motor, serta sepeda motor yang digunakan oleh tersangka itu menggunakan plat nomor palsu dan nomor rangka dan mesin juga mengalami rusak, hingga pelaku ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut Arsal Sahban, menjelaskan kronologis kejadian perkara yang terjadi, awalnya terjadi tindak pencurian dengan pemberatan berupa satu unit sepeda motor jenis Honda GL Max pada hari Jumat tanggal 29 Maret 2019 lalu, sekira jam 5.30 WIB di depan Masjid Al-muttaqin yang terletak di Jalan Gajah Mada kelurahan kepuharjo kecamatan Lumajang kota.
Diketahui bahwa sepeda motor tersebut adalah milik masfudi yang beralamatkan di Desa Purworejo Kecamatan Senduro,selanjutnya dilakukan penyelidikan dan diketahui jika sepeda motor milik korban yang hilang tersebut ditemukan berada di tangan tersangka atau tersangka patut diduga sebagai penadah atas barang yang diduga hasil kejahatan tersebut.
“Setelah Tim Cobra melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang digunakan Matasan, ternyata memang benar sepeda motor tersebut hasil tindak kriminal,” ujar Kapolres Lumajang.
Sementara itu, pelaku,Pria warga Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang tersebut, yang awalnya terjaring dalam operasi kendaraan bermotor yang digelar Polres Lumajang, karena menggunakan motor bodong, setelah dikembangkan oleh jajaran kepolisian Polres Lumajang didapati bahwa sepeda motor itu merupakan hasil curian.
“Saya nggak kenal pak dengan pemilik motor, janjinya hanya akan digadaikan selama satu minggu saja. Ternyata sampai 3 bulan tidak ditebus, akhirnya kendaraan ini saya pakai,” kata pelaku
Akibat perbuatannya, pelaku terancam, pasal tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau pertolongan jahat atau tadah sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat 1 KUHP atau 480 KUHP, dan Pencurian dengan pemberatan diancam pidana penjara selama 7 tahun, pertolongan jahat atau tadah diancam pidana penjara selama 4 tahun.(Dwi)

Tags: