Polda Tahan Enam Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menerangkan keenam tersangka pembakaran Polsek Tambelangan ditahan di Mapolda Jatim, Minggu (26/5). [abednego]

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim akhirnya menetapkan enam orang tersangka kasus pembakaran kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Madura. Keenam tersangka saat ini sudah dilakukan penahanan di Mapolda Jatim.
“Enam tersangka ini adalah aktor intelektual pembakaran kantor Polsek Tambelangan. Keenamnya kami tahan di Mapolda Jatim, dan akan terus kami kembangkan dari enam orang ini (pelaku lain, red),” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan usai bertemu dengan sejumlah ulama dari Sampang, Madura di rumah dinas Kapolda Jatim, Minggu (26/5).
Luki menjelaskan, keenam tersangka dipersangkakan Pasal 170 KUHP tentang pengerusakan. Pihaknya pun akan mengembangkan ke pasal yang lainnya. Sebab, tak hanya pembakaran, melainkan barang-barang yang ada di kantor Polsek Tambelangan hilang.
“Insyaallah barang-barang itu betul-betul terbakar atau hilang. Kalau terbakar, pasti ada bekasnya. Kami akan mengembangkan itu, karena sampai saat ini ada alat komunikasi milik Polsek yang hilang,” jelasnya.
Alumnus Akpol 1987 ini menambahkan, para ulama dan masayikh Kabupaten Sampang akan membantu kepolisian dalam menyerahkan para pelaku lainnya. Sebab, Luki meyakini para pelaku lainnya ini sedang berlindung dan mengamankan diri di pondok-pondok pesantren. Bahkan pihaknya sudah mengidentifikasi semua pelaku-pelaku ini.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para tokoh-tokoh agama dan kiai di pondok pesantren untuk menyerahkan mereka karena kami sudah punya identitas para pelaku lainnya,” tegasnya.
Ditanya terkait motif dari tersangka, Luki mengaku, aksi itu terkait isu yang disampaikan oleh warga Madura yang ada di Jakarta. Mereka membuat video yang menyatakan bahwa mereka tidak bisa keluar dari Jakarta karena dihadang dan ada beberapa kawannya yang ditangkap oleh aparatur disana dan ditahan. “Isu itulah yang dihembuskan, dan ini memang target. Bahkan para ulama-ulama senior tidak mengira sampai sejauh itu,” ungkap Luki.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, KH Bukhori Maksum yang juga hadir dalam pertemuan ini mengaku mendukung penuh langkah Polda Jatim dalam menindak tegas pelaku pembakaran.
Bahkan pihaknya juga berharap pada Polda Jatim agar bisa mengungkap siapa sebenarnya otak dibalik pembakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa pembakaran tidak akan terjadi ketika tidak ada aktor utama yang menggerakkan.
“Sudah jauh-jauh hari kami mewanti-wanti agar masyarakat bisa menjaga situasi agar kondusif, terutama soal pemilu ini,” tegasnya.
Seperti diberitakan, Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Madura dibakar oleh sejumlah massa. Pembakaran terjadi pada Rabu (22/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan, Sampang. Massa selanjutnya melempari kantor mapolsek dengan menggunakan batu.
Bahkan, petugas Polisi setempatberupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit jumlah massa semakin banyak dan semakin bringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran. [bed]

Tags: