Polda Jatim Tangkap Tiga Orang DPO

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera

Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang
Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim memberikan batas waktu terakhir bagi 21 orang yang ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus pembakaran kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Madura pada Senin (10/6).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dari ke 21 orang yang ditetapkan sebagai DPO, tiga diantaranya sudah diamankan. Ketiganya adalah Mohamad atau Mamat, Yono dan Kholil.
“Tiga dari 21 orang yang ditetapkan sebagai DPO sudah kami amankan. Untuk Mohamad atau Mamat, sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Sedangkan Yono dan Kholil, setelah diperiksa, keduannya tidak terbukti bersalah dan kami lepaskan,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (10/6).
Dengan kehadiran ketiga orang ini, sambung Barung, Polda Jatim masih menunggu 18 orang yang masuk dalam DPO untuk menyerahkan diri. “Kami tunggu saja, Kapolda Jatim akan memfasilitasi jika memang 18 orang tersebut datang dan menyerahkan diri,” tegasnya.
Barung menambahkan, terhadap ke 18 orang yang masuk dalam DPO itu, Polisi masih belum menetapkan mereka sebagai tersangka. Melainkan akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap 18 orang tersebut.
“Jika memang terbukti melakukan penyerangan Polsek Tambelangan akan kami tahan dan jika tidak terbukti akan kami lepaskan. Tetap akan kami lakukan pemeriksaan secara intensif,” pungkas Barung.
Adapun nama ke 18 orang yang ditetapkan DPO dalam kasus pembakaran kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Madura. Yaitu, Habib Zaki dari Desa Maluku Barat, Tambelangan, H. Subah dari Desa Birem, Tambelangan, Maskur dari Dusun Blaluh, Desa Karanganyar, Tambelangan, Abdul Manab dari Dusun Sorak, Desa Maluku Barat, Tambelangan.
Selanjutnya, S. Muhammad Assegaf alias Habib Mamak dari Dusun Pak Baruh, Desa Barunggagah, Tambelangan , SY Abdullah Assegaf alias Habib Abdullah dari Dusun Suko Desa Tambelangan, Kyai Amin Humaidi, Mahfud dari Desa Barunggagah, Tambelangan, Mas’ud dari Desa Bireun, Tambelangan, Mad Seleng, dari Desa Baloporoh, Tambelangan.
Kemudian, Satiri warga Jalan Lonjukung, Desa Samaran, Tambelangan, Yusuf, warga Tambelangan, Yanto alias Manto warga Dusun Duko Desa Samaran Kecamatan Tambelangan, Rokhim, Desa Lonjukung, Kecamatan Tambelangan, Sahram warga Kecamatan Kokop, Mamas warga Samaran, Tambelangan, Tebbur dan Hoiron warga Dusun Lonjukung, Desa Samaran Tambelangan. [bed]

Rate this article!
Tags: