Polda Jatim Musnahkan 70 Ribu Botol Miras dan 5,5 Kilogram Sabu

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori dan pejabat lainnya secara simbolik melempar botol miras untuk dimusnakan di acara Pemusnahan Barang Bukti Hasil Operasi Pekat Semeru 2019 di Mapolda Jatim, Selasa (28/5).

Amankan Lebarab, Terjunkan 9.761 Personil Gabungan
Polda Jatim, Bhirawa
Jelang Idul Fitri 1440 H, Polda Jatim melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2019. Terhitung mulai 16 sampai 26 Mei 2019, Polda Jatim berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 70 ribu botol minuman keras (miras) dan 5,5 kilogram lebih narkoba jenis sabu. Semua barang bukti itu dikumpulkan di halaman Polda Jatim untuk dimusnahkan.
Kegiatan pemusnahan barang bukti itu dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI R. Wisnoe Prasetja Budi, Kadishub Jatim Fattah Jasin dan beberapa tokoh agama di Mapolda Jatim, Selasa (28/5).
Sebanyak 70 ribu botol miras dimusnahkan dengan cara dilindas dengan mobil stum. Sementara barang bukti 5,5 kilogram sabu dan 26 ribu pil PCC dimusnahkan ke dalam mesin incinerator milik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim.
“Sebanyak 70 ribu botol miras ini terdiri dari miras oplosan dan juga miras ilegal,” kata Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiono usai pemusnahan, Selasa (28/5) di Mapolda Jatim.
Tak hanya 70 ribu botol minuman keras, Gupuh mengaku, dalam Operasi Penyakit Masyarakat ini difokuskan juga pada upaya pemberantasan narkoba. Hal itu dibuktikan dengan hasil ungkap sebanyak 5,5 kilogram lebih narkoba jenis sabu dan 26 ribu pil PCC. Dan tersangka yang diamankan dalam kasus narkoba ini sebanyak enam orang.
Untuk barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari hasil Operasi Pekat Polda Jatim. Serta diikuti oleh lima Polres jajaran, seperti Polrestabes Surabaya, Polres Gresik, Polresta Sidoarjo, Polres Pasuruan dan Polres Mojokerto.
Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru dalam rangka menyambut arus mudik dan balik lebaran tahun 2019 yang digelar di lapangan Polda Jatim. Operasi ketupat tersebut akan digelar selama 13 hari, yakni dimulai pada Rabu tanggal 29 Mei 2019 hingga Senin tanggal 10 Juni 2019.
Apel gelar pasukan kali ini diikuti oleh Polri, TNI, Satpol PP, Basarnas, serta kelompok elemen masyarakat. Sebelumnya, Pemprov Jatim telah mengawali dengan melaksanakan apel kesiapan mudik dan balik lebaran di depan Dishub Jatim yang dihadiri oleh elemen yang sama.
“Intinya dari apel kesiapan ini adalah berkolaborasi membangun strong partnership, serta bekerjasama untuk memberikan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.
Ditambahkan, suasana keamanan dan kenyamanan ini sangat dibutuhan semua elemen masyarakat. Dicontohkan, bagi yang berlalu lintas tentunya ingin selamat sampai di tujuan. Sedangkan, yang di perkampungan juga diperlukan penjagaan untuk memastikan tidak terjadi perampokan pada rumah-rumah yang kosong. Oleh sebab itu, Satpol PP dan perlindungan masyarakat (Linmas) juga harus ikut berjaga.
“Kita berharap mereka yang mudik lebaran merasa aman, karena ada rumah yang ditinggal jangan sampai terjadi perampokan.Dan yang di jalan jangan sampai terjadi penjambretan atau pembegalan,” ungkap orang nomor satu di jajaran Pemprov Jatim ini.

Terjunkan 9.761 Personil Gabungan
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun 2019 pihaknya akan menerjunkan 9.761 personel gabungan. Terdiri dari 7.204 personel polisi, 1.500 anggota TNI, 975 petugas Dinas Perhubungan, dan 82 petugas Jasa Raharja.
Selain itu, dengan telah dibukanya beberapa ruas tol di kawasan Jatim dirinya optimis puncak kepadatan arus lalu lintas tidak akan separah tahun lalu. “Tahun ini agak berbeda karena banyak tol yang akan dibuka, Insya Allah akan lebih lancar,” ungkap Kapolda Luki. [bed]

Tags: