Polda Jatim Layangkan Panggilan Oknum Pilot Terduga Penganiaya

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan terkait kasus dugaan penganiayaan oleh oknum pilot, Rabu (8,5) di Mapolda Jatim. [abednego/bhirawa]

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim memastikan pengambil alihan kasus dugaan penganiayaan oleh oknum pilot Lion Air berinisial AG terhadap korban AR, petugas Hotel La Lisa, yang semula ditangani Polrestabes Surabaya. Pada Jumat (10/5) besok, rencananya penyidik mengirimkan surat pemanggilan terhadap AG guna menjalani pemeriksaan.
“Mulai besok (Kamis hari ini) administrasinya dari Polrestabes Surabaya akan kita alihkan. Dan Jumat nya yang bersangkutan (oknum pilot) akan dipanggil (melayangkan surat panggilan) sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (8/5) di Mapolda Jatim.
Pengambilan alihan kasus ini, sambung Barung, langsung intruksi dari pimpinan. Dan kasus ini menjadi perhatian publik. Masih kata Barung, pengambil alihan kasus ini berdasarkan asas equality before the law (semua orang sama di depan hukum), dimana hukum bisa ditegakkan kepada siapa saja.
“Pimpinan Polda Jatim sudah setuju, kasus ini diambil alih Polda Jatim,” jelas Barung. Barung menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penahanan. Alasannya karena ini adalah pasal pengecualian.
Berdasarkan tayangan video CCTV yang beredar di youtube, Barung mengaku, bisa saja diketahui dari hasil visum. Nah, pehanan ini bisa dilakukan berdasarkan dari hasil visum, apakah bisa dikatakan penganiayaan ringan atau berat.
“Tapi ini pasal pengecualian. Jadi bisa kita lakukan penahanan,” tegasnya. Alumnus Akpol 1993 ini menambahkan, saat ini penyidik telah telah memanggil dari management Hotel La Lisa Surabaya yang mengetahui kejadian pemukulan yang diduga dilakukan oleh AG.
Barung menjelaskan, pemanggilan management hotel tersebut untuk mengetahui saksi-saksi yang mengetahui kejadian pemukulan tersebut.
Nantinya dari keterangan saksi dapat diketahui mengenai kejadian pemukulan yang sebenarnya. “Pemeriksaan ini kami lakukan untuk mengetahui kejadian pemukulan itu. Sehingga dapat diketahui secara pasti kejadian yang sebenarnya,” tambahnya.
Selain itu, sebelumnya juga Polisi sudah memintai keterangan dari management yang mengawasi perkerjaan korban. “Sudah beberapa hari ini kami memeriksa saksi termasuk pihak management hotel,” pungkas barung.
Seperti diketahui, media sosial dihebohkan oleh video dugaan penganiayan yang dilakukan seorang oknum pilot berinisial AG. Saat itu AG tertangkap kamera saat memukul seorang petugas Hotel La Lisa, Surabaya, pada Selasa (30/4).
Menurut General Manager Hotel La Lisa, Rahmi D. Tris, AG sempat mengeluhkan layanan laundry yang disediakan hotel sekitar pukul 05.28, sebelum memukul korban, yang tak lain petugas house keeping hotel.
Pegawai La Lisa Hotel Surabaya, AR yang diduga menjadi korban pemukulan pilot Lion Air AG mendatangi Polrestabes Surabaya, Jumat (3/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB. AR bersama pihak hotel dan kuasa hukumnya melaporkan kasus pemukulan itu di SPKT Polrestabes Surabaya.
Oleh polisi, AR juga sempat dimintai keterangan sekitar lima menit. Pihak kepolisian kemudian menerbitkan laporan polisi nomor STTLP/B/440/V/Res.1.6/2019/SPKT/JATIM/RESTABESSBY. [bed]

Tags: