Polda Jatim Amankan Warga Sedati Pemilik 15,03 Gram Sabu

Barang bukti sabu total sekitar 15,03 gram, ganja seberat 2,61 gram dan alat hisap yang disita dari tersanga AI, Kamis (14/2). [abednego/bhirawa]

Polda Jatim, Bhirawa
Anggota Unit 3 Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jatim berhasil mengungkap penyalahgunaan narkotika di wilayah Sedati Sidoarjo. Dari hasil ungkap ini polisi mengamankan tersangka berinisial AI alias Duplek warga Jl Rambutan Sedati.
Dirnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Sentosa Ginting Manik mengatakan penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat. Selanjutnya pengungkapan ini dipimpin langsung oleh Kanit 3 Subdit II Kompol Yuliati yang melakukan penyelidikan. Setelah dirasa cukup bukti, petugas mengamankan tersangka AI pada Selasa (12/2) sekitar pukul 21.30 di kediamannya.
“Dari tangan tersangka, petugas kami mendapati barang bukti sabu dengan total sekitar 15,03 gram dan narkotika jenis ganja seberat 2,61 gram,” kata Kombes Pol Sentosa Ginting Manik.
Tak hanya barang bukti sabu dan ganja, sambung Sentosa, petugas juga mengamankan barang bukti satu perangkat alat hisap sabu, dan dua buah HP merek VIVO dan KEN. Pihaknya mengaku hingga saat ini penyelidik terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap tersangka.
“Hasil ungkap kasus ini terus kami kembangkan. Termasuk darimana tersangka mendapatkan narkotika jenis sabu dan ganja itu,” jelasnya.
Masih kata Sentosa, terhadap hasil ungkap narkoba yang sering dilakukan Ditreskoba, pihaknya memastikan akan melakukan pengembangan kasusnya. Sebab, penanganan kasus narkoba tidak hanya pada tersangka yang saat itu ditangkap saja. Melainkan harus dikembangkan guna mencari jaringan-jaringan peredaran gelap narkotika yang masuk wilayah hukum Polda Jatim.
“Intinya penanganan kasus narkoba tidak hanya pada tersangka yang saat itu kita tangkap. Tapi terus kita kembangkan sampai kepada jaringan-jaringan dibaliknya,” tegas Sentosa Ginting.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) dan/atau Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun pidana penjara. [bed]

Tags: